Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Sabtu, 24 JANUARI 2026 • 08:55 WIB

Duel Berdarah Ipar di Sinjai, Sengketa Kebun Berujung Saling Tikam

Duel Berdarah Ipar di Sinjai, Sengketa Kebun Berujung Saling TikamIlustrasi senjata tajam. (Foto: Freepik)

SULSEL - Duel berdarah akibat sengketa lahan perkebunan melibatkan dua pria yang masih berstatus ipar terjadi di Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan. Keduanya kini menjalani perawatan medis akibat luka serius dari senjata tajam.

Peristiwa tersebut terjadi di Dusun Madakko, Desa Gunung Perak, Kecamatan Sinjai Barat, Jumat (23/1/2026) sekitar pukul 11.00 WITA. Lokasi kejadian berada di kebun milik salah satu korban.

Kasi Humas Polres Sinjai Iptu Agus Santoso membenarkan insiden tersebut dan menyebut perkelahian dipicu persoalan lahan. Ia memastikan kedua korban masih memiliki hubungan keluarga.

"Betul, dua pria duel menggunakan sajam karena kebun. Keduanya diketahui merupakan keluarga," ujar Iptu Agus Santoso.

Baca juga: Polsek Awangpone Kawal Carigading Cup I 2026, Laga Sengit Warnai Turnamen Mini Soccer di Bone

Menurut keterangan kepolisian, Marsuki (45) mendatangi Kamaruddin (47) sebelum cekcok berujung perkelahian pecah. Keduanya kemudian saling menyerang menggunakan senjata tajam.

"Kamaruddin menggunakan parang, sedangkan Marsuki membawa tombak. Keduanya sama-sama mengalami luka setelah saling terkena senjata," jelas Agus.

Akibat duel tersebut, Kamaruddin mengalami luka tusuk di dada kiri serta luka terbuka pada lutut. Sementara Marsuki menderita luka robek di bagian leher akibat tebasan parang.

Baca juga: Dua Petani di Luwu Duel Sengit Pakai Parang Berujung Luka Parah, Dipicu Konflik Pembagian Hasil Panen

Polisi mengaku masih mendalami penyebab pasti perkelahian karena minimnya keterangan dari warga sekitar. Sejumlah warga disebut enggan memberikan informasi secara terbuka.

"Warga enggan memberikan keterangan karena takut, mengingat salah satu korban dikenal memiliki sifat pendendam," ungkap Agus.

Meski begitu, kepolisian memastikan konflik keduanya sudah berlangsung lama dan kerap dipicu persoalan batas kebun. Perselisihan yang terus berulang itu akhirnya memicu duel berdarah tersebut.

"Yang pasti, keduanya memang tidak pernah akur dan selalu bermasalah terkait lokasi kebun," pungkasnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Duel Berdarah Ipar di Sinjai, Sengketa Kebun Berujung Saling Tikam

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!