Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman. (Dok. Pemprov Sulsel)
SULSEL - Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, mengusulkan kebijakan baru bagi seluruh kepala dinas dan pegawai muslim di lingkup Pemprov Sulsel. Mereka diwajibkan menghafal juz 30 Al-Qur’an sebagai upaya membangun pendidikan karakter.
Kebijakan tersebut disampaikan Andi Sudirman dalam pidatonya saat peringatan HUT ke-66 Kabupaten Luwu yang berlangsung di Lapangan Andi Djemma Belopa, Jumat (4/7/2025).
Dia menjelaskan program hafalan juz 30 sebelumnya hanya diterapkan kepada guru dan siswa SMA, SMK, serta SLB di Sulsel. Kini, lingkupnya diperluas hingga pejabat struktural dan staf.
"Saya mungkin tidak terlalu rajin mengaji. Saya juga bukan hafiz Al-Qur’an 30 juz. Tapi paling tidak, kalau saya gubernur, saya ingin semua kadis menghafal," ujar Andi Sudirman, seperti dikutip dalam siaran YouTube Pemkab Luwu, Minggu (6/7).
Baca juga: Banjir Rendam 4 Kecamatan di Bantaeng, 1.295 KK Terdampak
Menurutnya, kebijakan ini lahir dari pengalaman pribadi saat masa pandemi COVID-19. Andi Sudirman menilai banyak orang dewasa muslim tidak lagi menjadikan Al-Qur’an sebagai pegangan hidup dalam keluarga.
Andi Sudirman menceritakan kerap menyaksikan anak-anak kecil menjadi imam salat karena orang tuanya tidak mampu membaca surah Al-Qur’an dengan baik.
"Paling tidak juz 30 lah, supaya bisa jadi imam di rumah," imbuhnya.
Dia menegaskan kebiasaan menghafal dan membaca Al-Qur’an penting untuk menjaga iman dan memperkuat karakter. Ia menyebut aktivitas itu seperti proses mengisi ulang energi spiritual.
Baca juga: Dapat Kalung di Jalanan, Mahasiswi di Makassar Malah Dikeroyok usai Dituduh Mencuri
"Kalau lowbat, dicas lagi dengan mengaji," jelas Andi Sudirman.
Andi Sudirman percaya, rajin membaca Al-Qur’an akan membuat hati lebih lembut dan perilaku lebih terkendali. Selain itu, kata dia, membaca Al-Qur'an bisa memudahkan urusan pekerjaan bagi yang mengamalkannya.
Lebih jauh, Andi Sudirman menyebut bacaan Al-Qur’an bahkan dapat melembutkan orang lain dan menghindarkan sikap membangkang. Oleh sebab itu, Al-Qur'an sangat penting untuk dijadikan pedoman hidup.
"Cara menundukkan orang agar mengikuti apa yang kita mau, perbanyak baca Al-Quran. Kalau tidak percaya, coba saja. Kalau sudah malas-malas, ada melawan, bacakan mi. Ini pengalaman pribadi," tandasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Youtube/Pemkab Luwu