Minggu, 15 FEBRUARI 2026 • 08:45 WIB

Wajo Jadi Daerah Pemilik Emas Terbanyak di Sulsel, Sidrap Peringkat Dua-Toraja Terendah

Author

Emas perhiasan. (Foto: Freepik)

SULSEL - Kabupaten Wajo mencatatkan diri sebagai daerah dengan persentase rumah tangga pemilik emas minimal 10 gram tertinggi di Sulawesi Selatan pada 2025. Data resmi menunjukkan lebih dari separuh warga menyimpan logam mulia sebagai aset.

Berdasarkan rilis Badan Pusat Statistik Sulawesi Selatan (BPS Sulsel) dalam Statistik Kesejahteraan Rakyat 2025, angka kepemilikan emas di Wajo mencapai 53,23 persen. Capaian ini terpaut jauh dibandingkan kabupaten dan kota lainnya.

Posisi kedua ditempati Sidenreng Rappang atau Sidrap dengan 49,95 persen. Disusul Soppeng 45,23 persen dan Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep) sebesar 44,80 persen.

Wilayah kepulauan seperti Kepulauan Selayar juga mencatat angka tinggi sebesar 40,97 persen. Beberapa daerah lain seperti Maros 36.97 persen, Barru 36,71 persen, dan Parepare 33,60 persen, masih berada di atas rata-rata provinsi.

Baca juga: Pemprov Sulsel Siapkan 11 Jurus Kendalikan Inflasi dan Percepat Digitalisasi Jelang HBKN 2026

Sementara itu, sejumlah wilayah tercatat berada di kelompok menengah seperti Pinrang, Enrekang, dan Bantaeng. Persentasenya berkisar antara 30 hingga 33 persen.

Di sisi lain, kota besar seperti Makassar justru mencatat persentase relatif rendah dengan 25,35 persen. Angka serupa terlihat di Bone dengan 25,81 persen dan Palopo 25,39 persen.

Lihat postingan ini di Instagram

Sebuah kiriman dibagikan oleh BPS Provinsi Sulawesi Selatan (@bpssulsel)

Angka lebih rendah dengan persentase di bawah rata-rata provinsi meliputi Luwu Timur 20,77 persen, Jeneponto 20,64 persen, Gowa 20,03 persen. Selain itu, ada Bulukumba dengan 18,70 persen dan Takalar 18,60 persen. 

Sementara Sinjai dan Toraja Utara hanya menyentuh angka 17 persen. Kedua daerah tersebut mencatatkan masing-masing 17,43 dan 17,28 persen.

Baca juga: Pemprov Sulsel Bakal Gelar Ramadan Leadership Camp, Tingkatkan Integritas dan Kapasitas Pejabat

Posisi terbawah ditempati Tana Toraja dengan 11,09 persen. Disusul Luwu 14,01 persen dan Luwu Utara 16,63 persen.

Meski wilayah Luwu punya tambang emas, namun minat warga memiliki emas di atas 10 gram ternyata rendah. Bahkan Palopo sebagai kota madya pun mencatatkan persentase tak jauh berbeda.

Secara keseluruhan, rata-rata rumah tangga pemilik emas minimal 10 gram di Sulawesi Selatan berada di angka 27,54 persen. Angka ini memperlihatkan ketimpangan preferensi investasi antarwilayah.

Tingginya minat di Wajo menunjukkan emas masih menjadi instrumen penyimpan nilai yang diminati masyarakat. Tren ini sejalan dengan kenaikan harga logam mulia sepanjang 2025.

Bahkan, harga emas batangan produksi Antam pada 15 Februari 2026 tercatat Rp2.954.000 per gram. Nilai tersebut bertahan di level tertinggi setelah melonjak signifikan sejak Januari 2026.

Baca juga: DJ Nathalie Holscher Batal Tampil di Palopo, Acara Valentine Love Terkendala Izin Polisi

Lonjakan harga emas turut memberi andil pada inflasi nasional 2025. Data BPS mencatat inflasi tahunan 2,92 persen, dengan emas perhiasan menjadi penyumbang terbesar.

Melansir Kompas.com, Kepala BPS RI Amalia Adininggar Widyasanti menyebut emas perhiasan menyumbang inflasi tahunan hingga 0,79 persen. Secara tahunan, harga emas bahkan melonjak 58,98 persen pada Desember 2025 dan mendominasi inflasi bulanan hampir sepanjang tahun.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: BPS Sulsel

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU