Rabu, 14 JANUARI 2026 • 14:50 WIB

Panitia Baku Tumbuk Parepare Tegaskan Bukan Perkelahian Liar, Klaim Gunakan Aturan Resmi Kickboxing

Author

Flyer salah satu duel yang akan bertanding di event Baku Tumbuk Parepare. (Foto: Dok. Istimewa)

SULSEL - Panitia event Baku Tumbuk di Kota Parepare, Sulawesi Selatan, angkat bicara merespons polemik yang berkembang di publik. Mereka menegaskan kegiatan tersebut bukan ajang perkelahian liar, melainkan event olahraga yang mengacu pada aturan resmi kickboxing.

Ketua Panitia Baku Tumbuk, Ahmad Kamal, menyebut kesalahpahaman muncul akibat penamaan event yang dinilai multitafsir. Ia menegaskan konsep utama kegiatan tetap berada dalam koridor olahraga beladiri dengan regulasi yang jelas.

"Itu murni miskomunikasi. Mungkin masyarakat melihat judulnya saja, temanya saja Baku Tumbuk, sehingga persepsinya mengarah ke perkelahian liar. Padahal di balik itu semua kami menggunakan rules kickboxing," ujar Kamal, Rabu (14/1/2026).

Baca juga: Preservasi Jalan Paleteang-Malimpung Dikebut, Warga Pinrang Mulai Rasakan Dampaknya

Kamal juga menyampaikan permohonan maaf kepada KONI Parepare atas polemik yang sempat mencuat. Ia memastikan seluruh perizinan, termasuk rekomendasi cabang olahraga kickboxing, telah dipenuhi panitia.

"Pertama-tama saya menyampaikan permohonan maaf kepada pihak KONI karena memang terjadi miskomunikasi. Terkait izin dan rekomendasi cabor kickboxing, alhamdulillah saat ini sudah lengkap semua," jelasnya.

Ia menuturkan, pemilihan nama Baku Tumbuk bertujuan menarik perhatian publik karena istilah tersebut sudah akrab di masyarakat. Meski demikian, panitia menegaskan aturan teknis tetap mengacu penuh pada standar kickboxing.

"Sejak awal di materi publikasi sudah tertulis kickboxing, hanya saja tertutup visual. Konsep Baku Tumbuk ini memang lebih ke pendekatan nama, tetapi aturannya tetap kickboxing," katanya.

Baca juga: Satpol PP Wajo Amankan ODGJ Ngamuk di RTH Callaccu Sengkang

Untuk menjamin keselamatan, panitia mewajibkan seluruh peserta menggunakan perlengkapan pelindung standar. Selain itu, seluruh fighter juga didaftarkan dalam program perlindungan BPJS Ketenagakerjaan.

"Semua fighter wajib menggunakan headguard, glove, mouthguard, pelindung kelamin, dan shinguard. Selain itu, seluruh peserta kami asuransikan melalui BPJS Ketenagakerjaan," ungkap Kamal.

Ia menambahkan, pertandingan akan digelar di atas ring dan dipimpin wasit berlisensi resmi. Wasit yang ditugaskan berasal dari Asosiasi Wasit Kickboxing Sulawesi Selatan.

Baca juga: Evolusi Pasar Tempe Wajo: Dari Pasar Tradisional Jadi Pasar Hijau Percontohan Nasional

"Arenanya menggunakan ring dan dipimpin wasit berlisensi dari asosiasi resmi. Jadi ini murni pertandingan kickboxing," terangnya.

Event Baku Tumbuk sendiri dirancang sebagai ajang hiburan olahraga dengan peserta kategori amatir, baik pria maupun wanita. Panitia juga menyiapkan laga khusus bertajuk seleb match untuk menambah daya tarik penonton.

"Total ada 30 fighter dengan 15 pertandingan. Konsepnya sport entertainment, menjunjung sportivitas. Ada pertandingan pria, perempuan, dan satu seleb match," pungkasnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU