Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Rabu, 14 JANUARI 2026 • 00:00 WIB

Evolusi Pasar Tempe Wajo: Dari Pasar Tradisional Jadi Pasar Hijau Percontohan Nasional

Evolusi Pasar Tempe Wajo: Dari Pasar Tradisional Jadi Pasar Hijau Percontohan NasionalPasar Tempe Sengkang di Kabupaten Wajo. (Foto: Dok. Istimewa)

SULSEL - Pasar Tempe di Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan, telah mengalami evolusi signifikan dari sekadar pasar tradisional menjadi simbol inovasi infrastruktur pasar rakyat. Transformasi ini tidak hanya mengubah wajah fisik pasar, tetapi juga menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi lokal yang berkelanjutan.

Perubahan besar pasar ini berawal dari sebuah tragedi yang mengguncang perekonomian Kabupaten Wajo. Pada Agustus 2019 lalu, Pasar Tempe Sengkang hangus terbakar dan meninggalkan dampak besar bagi aktivitas perdagangan kebutuhan pokok masyarakat setempat.

Sejarah dan Peran Pasar Tempe bagi Masyarakat

Pasar Tempe merupakan pasar tradisional utama di Kota Sengkang yang telah menjadi sentra perdagangan kebutuhan pokok sejak puluhan tahun silam. Pasar ini menjadi tempat berkumpulnya pedagang lokal, pembeli, pedagang sayur, daging, hingga komoditas khas lokal yang menjadi bagian dari ekonomi masyarakat sehari-hari.

Sejak kecil, banyak warga Wajo mengenal Pasar Tempe sebagai lokasi utama transaksi ekonomi, bazar mingguan, dan pusat interaksi sosial masyarakat. Pedagang dari wilayah lain juga rutin berdagang di pasar ini, menjadikannya magnet perekonomian di kota kecil Sengkang.

Baca juga: Sekda Jufri Rahman Hadiri Dzikir Bersama Peringatan 65 Tahun Bank Sulselbar

Revitalisasi: Titik Awal Kebangkitan

Transformasi besar Pasar Tempe dimulai dengan peletakan batu pertama pada tanggal 12 April 2021. Saat itu, pemerintah pusat dan daerah bersama pihak terkait meresmikan pembangunan ulang pasar sebagai bangunan modern yang dirancang untuk menjadi percontohan nasional.

Bupati Wajo Amran Mahmud pada kesempatan tersebut menegaskan bahwa pasar ini bukan sekadar simbol kebangkitan setelah kebakaran, tetapi juga momentum memperkuat basis ekonomi rakyat. Proyek dibangun di atas lahan seluas 8.642 m² menggunakan APBN melalui skema Dana Alokasi Khusus (DAK) mencapai Rp 45,37 miliar. 

Konsep Bangunan Hijau: Menuju Pasar Modern Berkelanjutan

Salah satu hal yang membedakan revamp Pasar Tempe dengan pasar tradisional lainnya di Indonesia adalah konsep green building (bangunan hijau). Konsep ini menekankan pada desain yang ramah lingkungan, penggunaan ruang yang efisien, serta kebersihan dan kenyamanan bagi pedagang dan pengunjung.

Bangunan hijau ini menjadikan Pasar Tempe salah satu pionir di kawasan Indonesia Timur yang menggabungkan fungsi tradisional pasar dengan standar modern berkelanjutan. Selain itu, fasilitas pasar juga dirancang untuk memenuhi aspek keamanan, kesehatan, dan kemudahan akses bagi semua kalangan masyarakat.

Baca juga: Makassar Bersiap Jadi Tuan Rumah Puncak HKG PKK ke-54 Tahun 2026

Pembangunan dan Penyerahan ke Pemerintah Daerah

Pembangunan Pasar Tempe dilaksanakan melalui skema Multi Years Contract (kontrak tahun jamak) yang dimulai pada 2020 dan rampung dalam beberapa tahap hingga 2023. Skema ini memungkinkan proyek pembangunan berkelanjutan meski menghadapi berbagai tantangan teknis dan administratif.

Pada bulan September 2023, proyek yang menelan biaya sekitar Rp45,37 miliar ini secara resmi diserahterimakan kepada Pemerintah Kabupaten Wajo. Serah terima ini menandai tonggak penting dalam pengelolaan pasar sebagai fasilitas publik berstandar modern.

Peresmian oleh Presiden Joko Widodo

Puncak dari proses transformasi ini terjadi pada 5 Juli 2024 ketika Presiden RI Joko Widodo meresmikan selesainya pembangunan Pasar Tempe Sengkang. Hadir bersama Presiden sejumlah pejabat negara yang menunjukkan betapa pentingnya pasar ini bagi agenda pembangunan nasional.

Dalam pernyataannya, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono menekankan bahwa revitalisasi pasar rakyat bertujuan untuk memastikan distribusi kebutuhan pokok berjalan lancar serta merangsang pertumbuhan UMKM lokal. Peran pasar ini pun diharapkan meluas menuju pemerataan ekonomi hingga pelosok desa.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Evolusi Pasar Tempe Wajo: Dari Pasar Tradisional Jadi Pasar Hijau Percontohan Nasional

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!