Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Senin, 15 DESEMBER 2025 • 22:48 WIB

Turnamen Sepakbola Tarkam di Sinjai Ricuh, Wasit Dikeroyok Suporter hingga Lapor Polisi

Turnamen Sepakbola Tarkam di Sinjai Ricuh, Wasit Dikeroyok Suporter hingga Lapor PolisiTurnamen sepakbola tarkam di Sinjai berakhir ricuh. (Foto: Dok. Istimewa)

SULSEL - Kericuhan mewarnai laga semifinal turnamen sepakbola tarkam di Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan, setelah sejumlah suporter menyerbu lapangan dan mengeroyok wasit. Korban kini menempuh jalur hukum dengan melaporkan insiden tersebut ke pihak kepolisian.

"Betul, korban sudah melaporkannya ke polisi. Korban melaporkan dianiaya saat memimpin pertandingan," ujar Kasat Reskrim Polres Sinjai Iptu Adi Asrul, Senin (15/12/2025).

Kericuhan itu terjadi pada pertandingan semifinal ACC Cup 1 2025 yang berlangsung di Lapangan Bonto Laha, Desa Biji Nangka, Kecamatan Sinjai Borong, Minggu (14/12) sore. Insiden tersebut terekam video dan viral di media sosial.

Baca juga: Polisi Bubarkan Konvoi Geng Motor Bersenjata di Makassar, 2 Pelaku Ditembak karena Melawan

Pertandingan tersebut mempertemukan tuan rumah Pammase FC melawan Saotengnge FC. Laga dipimpin oleh wasit utama Ismail yang menjadi korban, serta dua asisten wasit yakni Lukman dan Hamsa Mansur.

Menurut Asrul, pertandingan berlangsung keras sejak babak pertama hingga memasuki babak kedua. Ketegangan memuncak di pertengahan babak kedua ketika suporter tuan rumah masuk ke lapangan.

"Penonton masuk minta dikasih penalti karena bek lawannya handball di dalam kotak penalti. Tetapi wasit menilai bahwa bola tersentuh pada paha pemain bertahan Saotengnge FC," jelasnya.

Baca juga: Viral Pasien Puskesmas Bontomarannu Ditolak karena Telat 1 Menit, Dinkes Gowa Sebut Sesuai SOP

Keputusan wasit yang tidak memberikan hadiah pinalti untuk tim tuan rumah memicu kemarahan suporter yang merasa dirugikan. Sejumlah penonton kemudian mengeroyok wasit secara beramai-ramai di tengah lapangan.

"Suporter masuk lapangan menarik itu wasit. Korban mengalami luka memar pada pelipis sebelah kanan dan luka memar pada kepala bagian belakang," ungkap Asrul.

Akibat kejadian tersebut, pertandingan terpaksa tidak dilanjutkan. Laga semifinal itu berakhir dengan skor 1-2 untuk kemenangan Saotengnge FC yang berhak melaju ke final.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Turnamen Sepakbola Tarkam di Sinjai Ricuh, Wasit Dikeroyok Suporter hingga Lapor Polisi

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!