Sabtu, 25 APRIL 2026 • 00:40 WIB

5 Strategi Jitu Sulsel Kendalikan Inflasi, Fokus Jaga Harga dan Pasokan

Author

Sekda Sulsel Jufri Rahman pimpin High Level Meeting (HLM) dan Capacity Building TPID Zonasi IV Tahun 2026 untuk mengendalikan inflasi. (Foto: Dok. Pemprov Sulsel)

SULSEL - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Selatan memperkuat strategi pengendalian inflasi melalui lima arahan utama yang disampaikan Sekda Sulsel, Jufri Rahman. Langkah ini ditegaskan dalam High Level Meeting (HLM) dan Capacity Building TPID Zonasi IV Tahun 2026 sebagai upaya menjaga stabilitas harga dan daya beli masyarakat.

Kegiatan yang digelar di Takalar, Jumat (24/4/2026), melibatkan wilayah Makassar, Gowa, Takalar, dan Maros. Sekda mengikuti kegiatan secara virtual dari Bone dengan fokus memperkuat sinergi antarwilayah.

Jufri menekankan pengendalian inflasi harus dilakukan secara antisipatif dan terukur. Pendekatan ini difokuskan pada lima aspek utama yang saling terintegrasi.

"Yakni ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, keterjangkauan harga, serta komunikasi publik dan kapasitas kelembagaan TPID," ujarnya.

Baca juga: Pemprov Sulsel Siapkan 11 Jurus Kendalikan Inflasi dan Percepat Digitalisasi Jelang HBKN 2026

Arahan pertama menitikberatkan pada penguatan ketersediaan pasokan pangan. Langkah ini dilakukan melalui peningkatan produksi berbasis sentra, cadangan pangan daerah, serta kerja sama antarwilayah untuk komoditas strategis.

Kedua, pemerintah mendorong kelancaran distribusi dengan memperkuat konektivitas dan sistem logistik. Optimalisasi jalur distribusi dan pengawasan menjadi kunci untuk mencegah hambatan di lapangan.

Ketiga, keterjangkauan harga dijaga melalui operasi pasar dan Gerakan Pangan Murah yang tepat sasaran. Peran BUMD pangan dan toko penyeimbang juga diperkuat untuk menjaga stabilitas harga.

Keempat, penguatan komunikasi publik dilakukan melalui penyampaian informasi yang cepat dan akurat. Edukasi kepada masyarakat tentang diversifikasi pangan juga menjadi bagian penting dalam mengendalikan ekspektasi harga.

Baca juga: Warga Wajo-Sidrap Doyan Beli Emas Bikin Harga Melejit, Inflasi Semakin Menyala

Kelima, penguatan kelembagaan TPID dilakukan melalui peningkatan kapasitas SDM dan pemanfaatan teknologi. Monitoring berbasis data dan inovasi kebijakan menjadi fondasi dalam pengambilan keputusan.

Lima arahan tersebut menjadi kerangka pengendalian inflasi Sulsel yang bersifat jangka panjang. Pendekatan ini diharapkan mampu meredam gejolak harga secara lebih sistematis.

"Atas nama Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, saya memberikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini sebagai bentuk dukungan terhadap program strategis pengendalian inflasi," tutur Jufri Rahman.

Forum HLM TPID dinilai menjadi ruang penting untuk menyelaraskan langkah antar pemangku kepentingan. Terutama dalam menghadapi periode rawan inflasi yang kerap dipicu oleh dinamika pasar.

Berdasarkan data, inflasi Sulsel pada Maret 2026 secara bulanan tercatat sebesar 0,59 persen. Sementara inflasi tahunan mencapai 4,50 persen dan inflasi tahun berjalan sebesar 2,11 persen.

Data tersebut menjadi dasar bagi Pemprov Sulsel dalam merumuskan intervensi kebijakan. Langkah ini penting untuk menjaga stabilitas ekonomi sekaligus daya beli masyarakat.

Berbagai upaya konkret terus dilakukan, mulai dari koordinasi nasional, evaluasi rutin, hingga peninjauan pasar. Program seperti pasar murah, subsidi harga, dan pemantauan bahan pokok juga terus diperkuat.

Pendekatan ini sejalan dengan strategi nasional yang melibatkan pemerintah daerah, Bank Indonesia, dan berbagai pihak terkait. Kolaborasi menjadi kunci utama dalam menjaga stabilitas inflasi.

Baca juga: Wagub Sulsel Wanti-wanti Lonjakan Harga dan Ancaman Inflasi Jelang Ramadan

Jufri menyebut strategi pengendalian inflasi Sulsel mengacu pada konsep K4. Konsep ini meliputi keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, dan komunikasi efektif.

Selain itu, arahan gubernur juga menekankan peningkatan produksi pangan melalui perluasan lahan tanam dan perbaikan infrastruktur. Penyerapan gabah oleh Bulog saat panen raya juga menjadi fokus penguatan.

Pemerintah juga mendorong optimalisasi Gerakan Pangan Murah untuk berbagai komoditas strategis. Kerja sama antarwilayah surplus dan defisit turut diperkuat untuk menjaga keseimbangan pasokan.

Baca juga: Satgas Saber Sulsel Perketat Pengawasan Harga Pangan Ramadan, Temukan Minyakita dan Gula Masih di Atas HET

Penguatan produksi, distribusi, dan kolaborasi dinilai penting dalam menghadapi tekanan harga. Faktor cuaca, gangguan pasokan, dan dinamika pasar menjadi tantangan yang harus diantisipasi.

"Saya berharap dukungan dan partisipasi semua pihak dalam pelaksanaan program-program tersebut sesuai kapasitas dan peran masing-masing," kata Jufri Rahman.

Menurutnya, keberhasilan pengendalian inflasi membutuhkan kerja sama lintas sektor. Sinergi tersebut menjadi fondasi dalam menjaga stabilitas ekonomi daerah secara berkelanjutan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Humas Pemprov Sulsel

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU