SULSEL - Sekretaris Daerah (Sekda) Sulawesi Selatan, Jufri Rahman, mendorong percepatan digitalisasi transaksi pemerintah daerah guna meningkatkan pendapatan dan kualitas layanan publik. Hal ini ditegaskan saat membuka High Level Meeting TP2DD 2026.
Kegiatan berlangsung di Ballroom Macora Hotel The Rinra, Makassar, Rabu (15/4/2026), sebagai bagian dari program nasional bersama Bank Indonesia. Forum ini juga menjadi evaluasi sekaligus penguatan strategi digitalisasi daerah.
Jufri menyebut pertemuan ini menandai tahun kedua implementasi opsen pajak daerah sesuai Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2022. Kebijakan ini membawa perubahan signifikan dalam sistem pengelolaan pajak di daerah.
Opsen pajak meliputi PKB, BBNKB, dan Pajak Mineral Bukan Logam dan Batuan. Optimalisasi ketiganya dinilai membutuhkan sinergi kuat antara provinsi dan kabupaten/kota.
Baca juga: Pariwisata dan Ekraf Sulsel Tumbuh Positif, Pemprov Sinkronkan Strategi 2026
"Ini merupakan komitmen bersama untuk bekerja keras, saling mendukung, dan bersinergi dalam meningkatkan penerimaan pajak daerah sekaligus memperkuat kualitas pelayanan melalui digitalisasi," ujar Jufri.
Ia mengungkapkan, pada 2025 penyaluran opsen pajak PKB dan BBNKB ke daerah mencapai sekitar Rp1,048 triliun. Dari jumlah itu, Kota Makassar menerima sekitar Rp393 miliar.
Capaian tersebut menunjukkan peran penting skema opsen dalam memperkuat kapasitas fiskal daerah. Selain itu, digitalisasi membuka peluang peningkatan layanan publik yang lebih efisien.
Kegiatan ini juga dirangkaikan dengan asistensi Championship TP2DD 2026. Penilaian dilakukan berdasarkan berbagai indikator kinerja sepanjang 2025.
Baca juga: Pemprov Sulsel Raih Predikat TP2DD Terbaik se-Sulawesi 2025, Bukti Sukses Transformasi Digital
Indikator tersebut meliputi kinerja satgas, literasi masyarakat, regulasi, hingga realisasi pendapatan dan belanja daerah. Selain itu, roadmap dan inovasi program unggulan turut menjadi penilaian utama.
Jufri mendorong seluruh daerah memperkuat implementasi Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (ETPD). Perencanaan berbasis roadmap dinilai penting untuk menjaga konsistensi program.
"Kita berharap program Championship TP2DD dapat terus berlanjut karena tidak hanya bermanfaat secara teknis, tetapi juga memperkuat komunikasi dan sinergi antara pemerintah pusat dan daerah," imbuhnya.
Sementara itu, Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sulsel, Ricky Satria, menyoroti pentingnya kualitas implementasi di lapangan. Ia menekankan penguatan pencatatan dan literasi digital masyarakat.
Digitalisasi dinilai menjadi kunci dalam meningkatkan transparansi dan akuntabilitas keuangan daerah. Transformasi ini juga memperkuat fondasi ekonomi daerah ke depan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Humas Pemprov Sulsel