Rabu, 08 APRIL 2026 • 10:05 WIB

Hari Jadi Bone ke-696 Jadi Panggung Arah Baru Pembangunan, Pemprov Sulsel Dorong Proyek Strategis

Author

Peringatan Hari Jadi Bone (HJB) ke-696 jadi momentum arah baru pembangunan. (Foto: Dok. Pemprov Sulsel)

SULSEL - Peringatan Hari Jadi Bone (HJB) ke-696 dimanfaatkan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Selatan sebagai momentum menegaskan arah pembangunan yang lebih terukur dan berorientasi masa depan. Tak sekadar seremoni, agenda ini menjadi ruang refleksi capaian sekaligus penyusunan strategi lanjutan.

Wakil Gubernur Sulsel, Fatmawati Rusdi mengatakan, peringatan ini penting untuk mengevaluasi progres pembangunan dan menentukan langkah konkret ke depan. Ia menyebut momen ini sebagai bentuk syukur sekaligus titik tolak pembenahan.

"Ini adalah wujud syukur dan kebersamaan, sekaligus momentum refleksi atas apa yang telah dicapai dan apa yang harus kita benahi ke depan," ujar Fatmawati dalam keterangannya, Rabu (8/4/2026).

Menurutnya, semangat kolektif masyarakat Bone menjadi kunci dalam mendorong pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan. Kebersamaan dinilai mampu mempercepat realisasi program strategis daerah.

Baca juga: Puluhan Ribu Warga Padati Lapangan Merdeka, Jalan Sehat Meriahkan HUT Bone ke-696

Fatmawati juga mengapresiasi kinerja Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bone di bawah kepemimpinan Bupati Andi Asman Sulaiman. Ia menilai capaian pembangunan dalam waktu singkat tidak lepas dari kesinambungan kepemimpinan dan kolaborasi lintas sektor.

Sejumlah program strategis kini disiapkan di Bone, mulai dari pembangunan Sekolah Rakyat hingga hilirisasi peternakan terintegrasi. Selain itu, proyek pabrik beras skala besar dan pengembangan Bandara Arung Palakka serta pelabuhan juga digencarkan.

Program tersebut diarahkan untuk menjadikan Bone sebagai simpul pertumbuhan ekonomi baru di kawasan timur Indonesia. Pemerintah optimistis posisi Bone akan semakin kuat dalam rantai pasok regional.

"Dengan berbagai program ini, kami optimistis Bone akan menjadi salah satu pintu gerbang utama Indonesia Timur di masa mendatang," jelas Fatmawati.

Baca juga: Gubernur Sulsel Serahkan Bantuan Rp15 Miliar untuk Sidrap di Hari Jadi ke-682

Di sisi lain, Pemprov Sulsel melalui skema Multi-Years Project (MYP) 2025–2027 turut mengalokasikan anggaran untuk pembangunan jalan dan irigasi. Langkah ini difokuskan pada peningkatan konektivitas wilayah dan penguatan ketahanan pangan.

Fatmawati juga menyoroti pentingnya pengawalan program nasional seperti Makan Bergizi Gratis (MBG), Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP), hingga layanan cek kesehatan gratis. Ia menekankan agar manfaat program benar-benar dirasakan masyarakat.

Sementara itu, Bupati Bone Andi Asman Sulaiman memaparkan capaian positif sepanjang 2025, termasuk pertumbuhan ekonomi sebesar 6,15 persen. Bone juga kembali meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) untuk ke-10 kalinya secara berturut-turut.

Ia menyebut tema HJB ke-696, “To Masseddi Patarompoi Wanua Bone”, sebagai refleksi nilai kebersamaan dalam membangun daerah. Tema tersebut menjadi penguat semangat kolaborasi menuju Bone yang mandiri.

Baca juga: Gubernur Sulsel Kucurkan Kado untuk HUT ke-66 Takalar, Infrastruktur Jalan hingga Bantuan Sosial

"Tema ini adalah panggilan jiwa untuk memperkuat solidaritas dan kebersamaan dalam mewujudkan Bone yang maju dan bermartabat," ungkapnya.

Ketua DPRD Bone, Andi Tenri Walinonong, menegaskan peringatan Hari Jadi Bone bukan sekadar tradisi tahunan. Ia menyebutnya sebagai simbol persatuan dan warisan nilai luhur yang harus dijaga.

Ia pun menekankan pentingnya sinergi antara eksekutif, legislatif, dan masyarakat dalam mendorong daya saing daerah. Kolaborasi tersebut diyakini menjadi kunci pembangunan berkelanjutan di Kabupaten Bone.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Humas Pemprov Sulsel

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU