Selasa, 31 MARET 2026 • 12:55 WIB

Momen Hangat di Latsarmil Komcad ASN, Wagub Sulsel Masuk Barisan Yel-yel Bersama Peserta

Author

Momen hangat Wagub Sulsel Fatmawati Rusdi masuk barisan yel-yel Komcad ASN di Rindam XIV/Hasanuddin, Kabupaten Gowa. (Foto: Dok. Pemprov Sulsel)

SULSEL - Euforia mewarnai penutupan upacara pembukaan Latsarmil Komponen Cadangan (Komcad) ASN 2026 di Rindam XIV/Hasanuddin, Pakatto, Kabupaten Gowa, Senin (30/3/2026). Semangat peserta memuncak saat yel-yel menggema di tengah lapangan.

Momen menarik terjadi saat Wakil Gubernur Sulsel, Fatmawati Rusdi, turun langsung ke barisan peserta. Ia berbaur tanpa sekat, menciptakan suasana kebersamaan yang kuat.

Kehadiran orang nomor dua di Sulsel itu menjadi simbol kedekatan pemimpin dengan peserta. Antusiasme tersebut mencerminkan tumbuhnya semangat bela negara di kalangan ASN.

Upacara ini sekaligus menandai dimulainya program Komcad ASN di Sulawesi Selatan. Sebanyak 500 ASN menjadi angkatan perdana dalam pelatihan tersebut.

Baca juga: 500 ASN Sulsel Ikuti Latihan Militer, Jadi Pilot Project Nasional Komcad

Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman, mengatakan program ini merupakan kolaborasi strategis dengan Kementerian Pertahanan (Kemhan) Republik Indonesia. Langkah ini diambil untuk memperkuat sistem pertahanan negara.

Ia menekankan pentingnya peran ASN dalam membangun semangat nasionalisme. Nilai persatuan dinilai menjadi kunci menghadapi tantangan global yang semakin kompleks.

Program Komcad ASN juga menjadi bagian dari kebijakan nasional yang digagas Presiden Prabowo Subianto. Kebijakan tersebut mendorong penguatan pertahanan berbasis partisipasi seluruh komponen bangsa.

Sementara itu, Kepala Komcad Kemhan, Gabriel Lema, menyebut kegiatan ini sebagai momentum bersejarah. Sulsel dinilai menjadi pionir pembentukan Komcad dari unsur ASN.

Baca juga: Wamenhan Tekankan Konsep Bela Negara Bagi ASN di Ramadan Leadership Camp Sulsel

"Sulawesi Selatan menjadi pionir dan contoh bagi daerah lain di Indonesia dalam pembentukan Komponen Cadangan dari kalangan ASN," ujarnya.

Pelatihan dasar kemiliteran ini akan berlangsung selama dua bulan. Materi yang diberikan meliputi kedisiplinan, wawasan kebangsaan, dan kemampuan dasar kemiliteran.

Salah satu peserta, Andrita Miadi (26), mengaku mendapat pengalaman berharga. Ia merasakan peningkatan rasa cinta tanah air selama mengikuti pelatihan.

"Di sini kami belajar lebih mencintai tanah air, membangun kekompakan, dan meningkatkan disiplin. Ini pengalaman yang sangat berharga," ujarnya.

Program ini menjadi langkah awal integrasi ASN dalam sistem pertahanan melalui Komcad di daerah. Upaya ini sejalan dengan penguatan pertahanan berbasis partisipasi seluruh elemen bangsa.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Humas Pemprov Sulsel

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU