Senin, 23 FEBRUARI 2026 • 13:40 WIB

Sempat Kabur ke Kalimantan, Pria di Jeneponto Aniaya Mertua hingga Gigi Copot Ditangkap

Author

Polisi tangkap pelaku penganiayaan mertua di Jeneponto usai 2 tahun buron. (Foto: Dok. Istimewa)

SULSEL - Sempat kabur hingga melompat lewat jendela rumahnya, Sualpa alias Sarpa (29) akhirnya tak berkutik saat diringkus polisi di Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan. Pria itu ditangkap setelah hampir dua tahun buron usai menganiaya mertuanya sendiri hingga babak belur dan giginya copot.

Tim Resmob Pegasus Satreskrim Polres Jeneponto mengamankan pelaku di wilayah Alluka, Kelurahan Tamanroya, Kecamatan Tamalatea, pada Senin (23/2/2026). Penangkapan dilakukan setelah polisi mendapat informasi pelaku telah kembali dari pelariannya ke Kalimantan.

Katim Resmob Polres Jeneponto, Aiptu Abdul Rasyad menjelaskan, pelaku berusaha kabur dengan melompat melalui jendela rumahnya saat hendak diamankan. Ia kemudian berlari ke arah sawah di belakang rumah sebelum akhirnya berhasil dibekuk.

"Dia sempat melompat jendela dan berlari menuju ke sawah di belakang rumahnya," katanya.

Baca juga: Menantu Gasak Tabungan Rp 140 Juta Milik Mertua di Takalar, Dipakai Renovasi Rumah

Kasus penganiayaan itu sendiri dilaporkan korban berinisial HY (42) ke Polres Jeneponto pada September 2024. Sejak saat itu, polisi melakukan penyelidikan hingga pelaku diketahui sempat melarikan diri ke luar pulau.

Peristiwa penganiayaan bermula saat korban berupaya melerai pertengkaran antara anaknya dengan pelaku yang merupakan menantunya. Namun niat baik itu justru berujung kekerasan.

"Korban hanya ingin melerai perkelahian antara anaknya dengan menantunya, tiba-tiba pelaku memukul korban dengan menggunakan tangan dan kayu balok," jelas Rasyad.

Baca juga: Kesal Ditagih Cicilan Motor, Pria di Makassar Aniaya Debt Collector hingga Luka Parah

Akibat serangan tersebut, korban mengalami luka lebam di wajah dan kehilangan gigi bagian bawah. Tak terima diperlakukan demikian, korban memilih menempuh jalur hukum.

"Korban mengalami bengkak pada bagian mata sebelah kiri dan gigi bagian bawah tercabut," ungkapnya.

Di hadapan penyidik, pelaku mengakui perbuatannya. Ia berdalih emosi setelah terlibat cekcok dengan istrinya sebelum mertuanya mencoba melerai.

"Motifnya itu terduga pelaku dalam keadaan emosi," pungkas Rasyad.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU