SULSEL - Seorang wanita lansia bernama Raisa (66) ditemukan tak bernyawa dalam kondisi hanyut di saluran irigasi Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan. Korban sebelumnya dilaporkan hilang oleh keluarganya sehari sebelum ditemukan.
Jasad Raisa ditemukan di saluran irigasi Kampung Barang, Desa Barang Palie, Kecamatan Lanrisang, Minggu (15/2/2026) sekitar pukul 19.30 WITA. Penemuan itu bermula saat seorang petani, Sukri (42), melihat benda mencurigakan mengapung di aliran air.
Kasat Reskrim Polres Pinrang, AKP Ananda mengatakan, awalnya saksi mengira benda tersebut bangkai hewan. Namun setelah didekati, ia melihat rambut manusia dan langsung berteriak meminta bantuan warga.
Baca juga: Pemuda Ditemukan Tewas Mengapung di Sungai Tallo Makassar usai Dilaporkan Hilang
Warga sekitar kemudian berdatangan dan bersama-sama mengevakuasi korban dari dalam saluran irigasi. Laporan selanjutnya diteruskan ke pihak kepolisian untuk penanganan lebih lanjut.
Petugas SPKT dan Unit Inafis Satreskrim Polres Pinrang langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan memeriksa sejumlah saksi. Hasil pemeriksaan awal tidak menemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.
"Dari hasil pemeriksaan medis, tidak ditemukan tanda kekerasan. Dugaan sementara korban meninggal dunia akibat tenggelam," kata Ananda, Senin (16/2).
Keluarga menyebut Raisa kerap keluar rumah seorang diri tanpa sepengetahuan mereka. Saat dinyatakan hilang pada Sabtu (14/2), korban diketahui hanya berdua di rumah bersama suaminya, sementara anaknya sedang berada di rumah sakit usai melahirkan.
Baca juga: Hilang Sejak Sebulan Lalu, Kakek di Maros Ditemukan Sisa Kerangka
Pihak keluarga telah melakukan pencarian sebelum akhirnya korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Mereka juga menyebut kondisi korban sudah agak pikun.
Atas peristiwa tersebut, keluarga menerima kematian Raisa sebagai musibah dan menolak dilakukan autopsi. Penolakan itu dituangkan dalam surat pernyataan yang ditandatangani anak kandung korban.
"Pihak keluarga tidak merasa keberatan dan menerima kejadian ini sebagai takdir. Mereka juga menolak dilakukan autopsi," pungkasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan