Senin, 26 JANUARI 2026 • 16:40 WIB

Pemprov Sulsel Matangkan Persiapan Pekan Leadership Spiritual ASN Ber-AKHLAK Februari 2026

Author

Rapat koordinasi persiapan Pekan Leadership Spiritual ASN Ber-AKHLAK. (Foto: Dok. Pemprov Sulsel)

SULSEL - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Selatan mulai mematangkan persiapan pelaksanaan Pekan Leadership Spiritual ASN Ber-AKHLAK yang dijadwalkan berlangsung pada 22-28 Februari 2026. Kegiatan ini dirancang sebagai penguatan kapasitas aparatur lintas sektor dengan melibatkan sekitar 900 peserta.

Kepala BPSDM Pemprov Sulsel, Muhammad Jufri mengatakan, persiapan kegiatan membutuhkan koordinasi menyeluruh antarperangkat daerah. Sejumlah aspek krusial menjadi fokus, mulai dari pengelolaan keuangan hingga penguatan karakter ASN.

"Panitia kerja ditetapkan hari ini, dan pelaksanaan kegiatan akan melibatkan sekitar 900 peserta," ujar Prof Jufri dalam rapat koordinasi persiapan, Senin (26/1/2026).

Ia menambahkan, kegiatan ini akan menghadirkan narasumber eksternal dari sejumlah institusi strategis. Di antaranya Polda Sulsel, Kejaksaan Tinggi, Kodam, serta Badan Pemeriksa Keuangan.

Baca juga: Sekda Sulsel Hadiri Pengukuhan Pengurus Pusat Wija We Ummung Datu Larompong 2026-2031

Staf Khusus Gubernur Sulsel, Irwan, menegaskan penyusunan pemateri telah disesuaikan dengan rundown kegiatan yang disusun secara sistematis. Seluruh materi dirancang dalam enam klaster utama yang saling terintegrasi.

"Ini bukan sekadar menghadirkan pemateri, tetapi juga modul pembelajaran yang terstruktur," katanya.

Enam klaster materi tersebut meliputi keuangan dan perbendaharaan, pengadaan barang dan jasa, hukum dan antikorupsi, wawasan kebangsaan, pendidikan karakter dan akhlak, hingga hafalan Juz 30 sebagai penguatan spiritual ASN.

Dari sisi pengamanan, Kepala Satpol PP Sulsel Andi Arwin Azis memastikan pengawasan ketat selama kegiatan berlangsung. Sistem keluar-masuk peserta akan dibatasi dan dikontrol secara ketat.

Baca juga: Sopir Ngantuk Saat Mengemudi, Mobil Terjun ke Empang di Pangkep

"Kami pastikan tidak ada peserta yang meninggalkan kegiatan tanpa pengawasan dan izin," tegasnya.

Sementara itu, dukungan layanan kesehatan disiapkan Dinas Kesehatan (Dinkes) Pemprov Sulsel dengan melibatkan delapan rumah sakit milik pemerintah provinsi. Sejumlah rumah sakit rujukan juga disiagakan untuk mengantisipasi kondisi darurat.

Perwakilan Dinkes Sulsel, Aradadi, menyebut rumah sakit rujukan tersebut antara lain RS Pertamina, RS Sayang Rakyat, RS Daya, dan RS Wahidin. Seluruh fasilitas disiapkan untuk menjamin keamanan dan kesehatan peserta.

Dukungan publikasi kegiatan akan dilakukan secara berkelanjutan oleh Dinas Kominfo-SP Pemprov Sulsel. Informasi pelaksanaan kegiatan akan disampaikan kepada publik selama agenda berlangsung.

Baca juga: Jembatan Penghubung Desa di Pangkep Roboh usai Dilalui Truk, Warga Terpaksa Memutar 4 Kilometer

"Ini kegiatan InsyaAllah setiap saat akan disampaikan kepada khalayak," ujar Kabid Humas Dinas Kominfo-SP Sulsel, Fitra.

Rapat koordinasi persiapan ini diikuti sejumlah perangkat daerah terkait. Di antaranya, Badan Keuangan dan Aset Daerah, Inspektorat, Kesbangpol, Satpol PP, Dinas Kesehatan, serta dihadiri para Staf Khusus Gubernur Sulsel.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Humas Pemprov Sulsel

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU