Minggu, 11 JANUARI 2026 • 18:24 WIB

Pelajar SMK Hilang Tenggelam di Pantai Lumpue Parepare, Keluarga Libatkan Paranormal Gelar Ritual Cari Korban

Author

Tim SAR gabungan melakukan pencarian pelajar hilang terseret arus di Pantai Lumpue Parepare. (Foto: M.Faisal/SULSEL ZONE)

SULSEL - Seorang pelajar SMK bernama Muhammad Ikmar (17) dilaporkan tenggelam saat berenang di Pantai Lumpue, Kota Parepare, Sulawesi Selatan. Hingga hari kedua pencarian, korban belum ditemukan dan operasi SAR masih terus berlangsung.

Peristiwa itu terjadi di Pantai Lumpue, Kecamatan Bacukiki Barat pada Sabtu (10/1/2026). Korban diketahui datang bersama rombongan sekolah untuk berwisata sebelum akhirnya terseret arus laut.

Lurah Lumpue, Nur Akbar, menyebut korban tidak sendirian saat berenang di laut. Seorang teman korban sempat ikut terbawa ombak namun berhasil diselamatkan warga.

"Ada siswa salah satu SMK di Kota Parepare yang tenggelam. Menurut informasi dari temannya, mereka datang bersama rombongan sekolah untuk rekreasi," ujar Nur Akbar.

Baca juga: Jatuh Terpeleset Saat Membersihkan di Jembatan, Pria di Pinrang Hilang Diduga Terseret Arus Sungai

Ia menjelaskan, kondisi laut saat kejadian cukup berbahaya dengan gelombang tinggi. Hal tersebut membuat proses penyelamatan tidak berjalan mudah.

"Dua orang masuk ke laut, yang satu sempat ditolong dan sudah membaik setelah dibawa ke puskesmas. Satu orang sampai sekarang belum ditemukan," katanya.

Tim gabungan BPBD, Basarnas, Polairud, dan TNI AL langsung dikerahkan untuk melakukan pencarian. Namun, ombak besar menjadi kendala utama bagi petugas di lapangan.

Memasuki hari kedua pencarian, pihak keluarga korban melakukan ritual di pinggir Pantai Lumpue. Dua wanita paranormal dilibatkan sebagai bentuk ikhtiar agar korban segera ditemukan.

Baca juga: Nenek di Sidrap Hilang Terseret Arus Ditemukan Tewas di Sungai Parepare

"Kami hanya berharap anak itu cepat ditemukan. Mamanya di rumah terus menangis menunggu kabar," kata Nasmiati, keluarga korban.

Ia menyebut ritual tersebut menggunakan sejumlah sesajen yang dihanyutkan ke laut. Keluarga berharap upaya tersebut dapat membantu proses pencarian.

"Tadi ada pisang, telur ayam, dan daun sirih dibacakan doa lalu dilepas ke laut," ujarnya.

Sementara itu, Basarnas memastikan pencarian terus diperluas mengikuti arah arus laut. Fokus pencarian dilakukan di sepanjang pesisir Pantai Lumpue hingga perbatasan Kabupaten Barru.

Baca juga: Mayat Tinggal Kerangka Tanpa Tangan Ditemukan di Pantai Lawere Pinrang, Polisi Selidiki Identitas Korban

"Area pencarian kami sisir dari Pantai Lumpue ke arah Parepare hingga Barru, menyesuaikan dengan kondisi arus laut," ujar Komandan Pos Basarnas Parepare, Agus Salim.

Ia menambahkan, pencarian dilakukan dengan mengerahkan berbagai sarana pendukung. Tim SAR memaksimalkan upaya darat, laut, dan udara.

"Kami gunakan perahu karet dari Basarnas dan BPBD, sekoci Polair, perahu TNI AL, serta pemantauan udara menggunakan drone," jelasnya.

Operasi SAR akan terus dilanjutkan hingga korban ditemukan. Aparat mengimbau masyarakat untuk tidak berenang di laut saat kondisi cuaca dan gelombang tidak bersahabat.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU