SULSEL - Angin kencang disertai hujan deras menerjang permukiman warga di Kabupaten Barru, Sulawesi Selatan. Sebanyak 25 rumah dilaporkan mengalami kerusakan dengan tingkat keparahan bervariasi.
Peristiwa tersebut terjadi di Kelurahan Palanro, Kecamatan Mallusetasi, Jumat (9/1/2026) sekitar pukul 06.00 WITA. Cuaca ekstrem datang tiba-tiba saat sebagian warga baru memulai aktivitas pagi.
Kabid Rehabilitasi dan Rekonstruksi BPBD Barru, Agustiar, membenarkan kejadian tersebut. Ia mengatakan angin kencang muncul bersamaan dengan hujan lebat.
"Betul ada angin kencang. Saya keluar hampir jam 6 pagi, laporannya memang terjadi sekitar pukul 6 pagi," ujar Agustiar kepada wartawan.
Baca juga: Sulsel Raih Peringkat 3 Nasional IPKKU 2025, Ketertiban Umum Dinilai Sangat Baik
Menurut Agustiar, jumlah rumah terdampak awalnya tercatat 19 unit. Namun, hasil pendataan terbaru menunjukkan angka tersebut bertambah menjadi 25 rumah.
"Info sebelumnya ada 19 rumah yang dilaporkan mengalami kerusakan. Kini jumlahnya bertambah menjadi 25 dan masih sementara assessment," jelasnya.
Kerusakan rumah warga disebut bervariasi, mulai dari ringan hingga berat. Dampak terparah terlihat pada bagian atap dan dinding bangunan.
"Kerusakannya bervariasi, ada yang ringan, sedang, dan parah. Bukan cuma atap, ada juga dindingnya karena ada yang lepas dengan kabel listriknya," ungkap Agustiar.
BPBD Barru mencatat empat rumah mengalami kerusakan parah, 20 rumah rusak sedang, dan satu rumah rusak ringan. Kategori parah ditandai dengan rusaknya rangka atap dan dinding rumah.
"Kalau kategori parah itu atap rumahnya terbuka semua dan rangkanya rusak. Yang sedang setengah atap, sementara yang ringan hanya beberapa lembar seng terlepas," terangnya.
Tidak ada korban jiwa maupun luka dalam kejadian tersebut. Meski demikian, angin kencang sempat memicu kepanikan warga.
"Alhamdulillah tidak ada korban. Itu yang paling kami khawatirkan, makanya kami bergerak cepat," katanya.
Hingga kini, BPBD bersama pemerintah setempat masih melakukan pendataan lanjutan. Bantuan darurat juga telah disalurkan kepada warga terdampak.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan