Minggu, 28 DESEMBER 2025 • 12:10 WIB

Cuaca Ekstrem Mengintai Sulsel Jelang Tahun Baru, BPBD Minta Warga Waspada

Author

Kepala BPBD Sulsel, Amson Padolo. (Foto: Dok. Istimewa)

SULSEL - BPBD Sulawesi Selatan mengeluarkan peringatan kewaspadaan tinggi menyusul potensi cuaca ekstrem yang diprakirakan melanda sejumlah wilayah hingga akhir Desember 2025. Peringatan ini merujuk rilis BMKG yang menempatkan beberapa daerah dalam status Waspada, Siaga, bahkan Awas.

Kepala BPBD Sulsel, Amson Padolo, menyebut hujan lebat disertai angin kencang berpeluang terjadi pada dasarian ketiga Desember, terutama di wilayah pesisir dan perairan. Kondisi tersebut berisiko memicu bencana hidrometeorologi, termasuk gelombang laut tinggi.

Sejumlah daerah yang masuk kategori rawan di antaranya Kabupaten Barru, Pangkep, Maros, serta Kota Makassar. Wilayah-wilayah ini diprediksi mengalami hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat dan angin kencang.

Amson menegaskan dampak paling berbahaya saat ini terjadi di wilayah perairan, khususnya Pangkep dan kawasan pesisir lainnya. Peningkatan tinggi gelombang laut dinilai dapat membahayakan aktivitas pelayaran dan transportasi laut.

Baca juga: Rammang-Rammang VIP Room Bandara Hasanuddin Resmi Dibuka, Wajah Baru Penyambutan Tamu Negara di Sulsel

BPBD Sulsel juga mengonfirmasi telah terjadi kecelakaan laut di perairan Pulau Sarappo, Kabupaten Pangkep, akibat cuaca ekstrem. Insiden tersebut menyebabkan sebuah kapal motor tenggelam dan menewaskan tiga orang, termasuk Camat Liukang Tupabbiring.

"Kami menerima laporan adanya kapal motor tenggelam akibat cuaca ekstrem yang mengakibatkan tiga orang meninggal dunia. Kami menyampaikan duka cita mendalam atas kejadian tersebut," ujar Amson, Minggu (28/12/2025).

Menanggapi peristiwa itu, BPBD Sulsel mengimbau masyarakat, nelayan, dan pengguna transportasi laut agar selalu memantau informasi cuaca sebelum berlayar. Koordinasi dengan Syahbandar atau otoritas terkait dinilai penting untuk menentukan kelayakan perjalanan laut.

"Jika kondisi cuaca dinyatakan tidak aman, sebaiknya perjalanan ditunda demi menghindari risiko yang tidak diinginkan," tegasnya.

Baca juga: PSM Takluk 1-0 di Markas Persib, Maung Bandung Rebut Puncak Klasemen Super League

Selain pelayaran, pengelola objek wisata bahari juga diminta meningkatkan kewaspadaan. BPBD mengingatkan agar aktivitas wisata di wilayah berstatus Waspada hingga Awas dibatasi sementara waktu.

Amson menambahkan, BPBD Sulsel telah menyiapkan langkah antisipasi sejak awal musim hujan. Kesiapsiagaan personel dan peningkatan pengawasan di lapangan terus dilakukan menyesuaikan perkembangan cuaca.

Ia juga meminta masyarakat aktif memantau informasi resmi BMKG melalui kanal terpercaya. Hal ini dinilai penting untuk meminimalkan risiko bencana di tengah cuaca yang terus berubah.

"Kami mengimbau masyarakat rutin memantau perkembangan cuaca dari kanal resmi BMKG," tutup Amson.

Baca juga: BLT Kesra Rp900 Ribu Gagal Cair, Lansia di Parepare Kecewa Gegara Surat Tak Sampai

Sementara itu, Prakirawan BMKG Sulsel Nur Asia Utami menjelaskan peringatan dini cuaca ekstrem dikeluarkan saat potensi curah hujan sangat lebat hingga ekstrem, di atas 100 milimeter per hari. Saat ini, BMKG terus memperbarui peringatan hujan sedang hingga lebat setiap hari.

"BMKG Sulsel mengeluarkan informasi peringatan dini cuaca berupa hujan sedang hingga lebat, serta peringatan dini cuaca berisiko yang diperbarui setiap hari," ungkapnya.

Menjelang malam pergantian tahun, BMKG memprakirakan cuaca Sulsel umumnya berawan dengan potensi hujan ringan. Namun, masyarakat yang beraktivitas di luar ruangan tetap diminta waspada.

Baca juga: Aceh Timur Apresiasi Respons Cepat Gubernur Sulsel Kirim Tim Medis dan Bantuan Pascabencana

Untuk wilayah pesisir, hujan ringan hingga sedang berpotensi disertai angin kencang dengan kecepatan mencapai 40 kilometer per jam. Intensitas hujan lebih tinggi diperkirakan terjadi pada dini hari hingga pagi hari.

BMKG menegaskan sebagian besar wilayah Sulsel telah memasuki musim penghujan, sehingga hujan dapat terjadi sepanjang hari. Masyarakat di wilayah rawan banjir diminta meningkatkan kewaspadaan.

BMKG juga mengimbau masyarakat memantau perkembangan cuaca melalui aplikasi Info BMKG dan media sosial resmi. Dengan kewaspadaan bersama, potensi dampak bencana hidrometeorologi diharapkan dapat ditekan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Sulselprov.go.id

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU