SULSEL - Proyek pembangunan toilet di 21 sekolah dasar dan menengah di Kota Parepare, Sulawesi Selatan, menuai sorotan publik setelah nilai anggarannya mencapai Rp3,3 miliar. Rata-rata, satu toilet sekolah dianggarkan sekitar Rp166 juta, menimbulkan tanda tanya besar soal efisiensi penggunaan dana.
Berdasarkan data di laman resmi Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Parepare, proyek tersebut terbagi dalam 21 paket pengadaan langsung, terdiri atas 13 SD dan 8 SMP. Nilai kontrak tiap paket bervariasi antara Rp163,9 juta hingga Rp166,8 juta.
Program pembangunan ini awalnya disebut sebagai langkah peningkatan fasilitas sanitasi sekolah. Namun, besarnya anggaran membuat publik termasuk DPRD Parepare meragukan kewajaran biaya tersebut.
Wakil Ketua DPRD Parepare, Yusuf Lapanna, secara terbuka menyebut anggaran itu tidak masuk akal. Ia menilai jumlah tersebut terlalu besar untuk ukuran pembangunan toilet sekolah yang hanya memiliki empat bilik.
Baca juga: Pohon Tumbang Timpa Mobil Melintas di Makassar, DLH Soroti Proyek Drainase Tanpa Koordinasi
"Tidak masuk akal kalau hanya empat ruang toilet bisa menelan Rp166 juta. Saya kira itu sangat berlebihan," tegas Yusuf, Selasa (11/11/2025).
Politisi dari fraksi partai Gerindra itu juga mencurigai adanya potensi mark up dalam pelaksanaan proyek tersebut. Ia meminta agar pihak terkait dapat menjelaskan dasar perhitungan biaya yang dianggap fantastis itu.
"Saya curiga jangan-jangan ada mark up dalam pembangunan toilet sekolah ini. Nilainya terlalu besar dan tidak wajar," ujarnya.
DPRD Parepare berencana memanggil dinas terkait untuk meminta klarifikasi mengenai rincian proyek. Yusuf menegaskan pihaknya tidak akan tinggal diam karena anggaran tersebut bersumber dari uang rakyat.
Baca juga: IRT di Wajo Jadi Korban Jambret Saat Berhenti di Lampu Merah, Polisi Buru Pelaku
"Tentu kami akan mempertanyakan dana sebesar itu. Kami ingin tahu bagaimana perencanaannya hingga bisa mencapai ratusan juta per toilet," katanya.
Selain meminta penjelasan, Komisi II DPRD juga berencana melakukan tinjauan lapangan ke sejumlah sekolah penerima proyek. Langkah ini dilakukan untuk memastikan kesesuaian antara nilai anggaran dan hasil pembangunan.
"Kami akan turun langsung ke lapangan untuk melihat kondisi fisiknya. Kami ingin tahu, semewah apa sebenarnya toilet senilai Rp166 juta itu," pungkas Yusuf.
Berikut daftar pembangunan toilet sekolah di Parepare yang menelan total anggaran Rp 3,3:
- SDN 71: Rp 163,9 juta
- SDN 12: Rp 166,5 juta
- SDN 3: Rp 166,5 juta
- SDN 20: Rp 166,5 juta
- SDN 33: Rp 166,6 juta
- SDN 85: Rp 166,6 juta
- SDN 81: Rp 166,7 juta
- SDN 58: Rp 166,7 juta
- SDN 9: Rp 166,8 juta
- SDN 45: Rp 166,8 juta
- SDN 62: Rp 166,7 juta
- SDN 50: Rp 166,7 juta
- SDN 32: Rp 166,7 juta
- SMPN 6: Rp 165 juta
- SMPN 4: Rp 164,9 juta
- SMPN 10: Rp 165 juta
- SMPN 1: Rp 165,2 juta
- SMPN 2: Rp 164,9 juta
- SMPN 11: Rp 165 juta
- SMPN 12: Rp 165 juta
- SMPN 13: Rp 164,9 juta
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan