Sabtu, 08 NOVEMBER 2025 • 19:11 WIB

Pohon Tumbang Timpa Mobil Melintas di Makassar, DLH Soroti Proyek Drainase Tanpa Koordinasi

Author

Pohon timpa mobil melintas di Jalan Perintis Makassar. (Foto: Dok. Istimewa)

SULSEL - Sebuah insiden pohon tumbang nyaris merenggut nyawa pengendara mobil di Jalan Perintis Kemerdekaan, Makassar, Sulawesi Selatan, Jumat (7/11/2025) malam. Pohon besar di tepi jalan tiba-tiba roboh dan menimpa mobil yang sedang melintas, membuat arus lalu lintas sempat macet.

Pengemudi mobil bernama Arifuddin (73) berhasil selamat dari kejadian tersebut. Meski mobilnya mengalami kerusakan cukup parah, korban tidak mengalami luka sedikit pun.

Menurut keterangan BPBD Makassar, pohon tumbang diduga akibat akar yang sudah rapuh. Petugas bersama tim gabungan segera mengevakuasi batang pohon dan membersihkan jalan agar arus lalu lintas kembali normal.

"Aman ji, mobilnya saja yang rusak. Tidak ada korban luka,” ujar Edwin, personel BPBD Makassar, Sabtu (8/11).

Baca juga: IRT di Wajo Jadi Korban Jambret Saat Berhenti di Lampu Merah, Polisi Buru Pelaku

Namun, hasil temuan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Makassar menunjukkan penyebab tumbangnya pohon bukan semata karena usia, melainkan akibat proyek galian drainase milik Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Sulsel. Galian itu diduga merusak akar pohon hingga kehilangan kekuatannya.

"Kesimpulan sementara di lapangan, pohon tumbang akibat galian drainase," ungkap Taufiq Djabbar, Kepala Bidang Keanekaragaman Hayati DLH Makassar.

Taufiq menegaskan, proyek tersebut tidak pernah dikoordinasikan dengan DLH sebelum pekerjaan dimulai. Hal ini berbeda dengan proyek serupa di Jalan Urip Sumoharjo dan Sultan Hasanuddin, yang dilakukan dengan koordinasi sehingga tidak menimbulkan risiko pada pohon di sekitarnya.

"Tidak ada koordinasi sama sekali dengan DLH. Akibatnya, akar pohon terpotong dan membuatnya rawan tumbang," tegasnya.

Baca juga: Turnamen Sepak Bola Pemuda Lappo Ase Cup II 2025 di Bone, Laga Sengit Warnai Hari Keenam

DLH Makassar berencana mengirim surat resmi kepada pihak pelaksana proyek untuk meminta klarifikasi. Tim investigasi juga akan diterjunkan ke lapangan pada Senin (10/11/2025) guna melakukan pemeriksaan mendalam.

"Awal pekan depan kami turun langsung melakukan investigasi dan akan menyurati pelaksana proyek," jelas Taufiq.

Ia menambahkan, petugas DLH saat kejadian hanya fokus pada penanganan darurat di lokasi. Pemeriksaan terhadap pohon lain yang berpotensi tumbang belum dilakukan.

"Tim kami semalam hanya menangani pohon tumbang, belum melakukan pengecekan lanjutan," ujarnya.

DLH juga mengingatkan agar pihak pelaksana proyek memperhatikan kondisi akar pohon sebelum melakukan galian. Menurut Taufiq, ukuran akar, jarak pemangkasan, serta kondisi fisik pohon sangat berpengaruh terhadap risiko tumbang di area padat kendaraan seperti Jalan Perintis Kemerdekaan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU