Minggu, 24 AGUSTUS 2025 • 08:00 WIB

Cekcok di Grup WhatsApp, 3 Pemuda di Parepare Keroyok Mahasiswa hingga Babak Belur

Author

Ilustrasi penangkapan pelaku kejahatan. (Foto: Freepik)

SULSEL - Tiga pemuda di Parepare, Sulawesi Selatan, ditangkap polisi karena mengeroyok seorang mahasiswa berinisial MR (22) di kosnya. Aksi brutal ini dipicu cekcok korban dengan seorang saksi di grup WhatsApp.

Peristiwa penganiayaan itu terjadi di kos korban pada Jumat (27/6/2025) lalu. Namun, polisi baru bergerak mengamankan pelaku setelah mendapatkan keterangan jelas dari saksi.

Ketiga pelaku berinisial MI (18), MR (19), dan RA (18) ditangkap di Jalan Amal Bakti, Kelurahan Bukit Harapan, Kecamatan Soreang. Penangkapan dilakukan pada Kamis (21/8) malam, sekitar pukul 23.00 WITA.

Kasat Reskrim Polres Parepare, AKP Muh Agus Purwanto menyebut pihaknya mengamankan empat orang. Namun satu orang berinisial MI dipulangkan karena tidak terlibat dalam pengeroyokan.

Baca juga: Sulsel Raih Penghargaan Pemprov Terbaik di Festival Perhutanan Sosial 2025

"Satu orang hanya sebagai saksi karena sebelumnya sempat terlibat saling ejek dengan korban di grup WA," ujarnya, Sabtu (23/8).

Agus menjelaskan, keributan bermula dari adu ejek antara korban dan saksi MI di grup WhatsApp. Saksi lalu mendatangi kos korban bersama tiga pelaku lainnya.

Saat itu, korban tengah duduk di kamarnya ketika tiga pelaku masuk dan langsung menghajarnya. Korban dipukul dengan tangan kosong dan diinjak-injak sebelum pelaku kabur.

Baca juga: ASN di Parepare Curi Emas & HP Saat Antar Surat, Pelaku Ditangkap Bersama Penadah

Akibatnya, korban mengalami luka robek di pelipis kanan dan lebam pada mata. Kondisinya babak belur usai dikeroyok tanpa bisa melawan.

Tidak terima diperlakukan demikian, korban melapor ke Polres Parepare. Polisi lalu melakukan penyelidikan hingga berhasil menangkap para pelaku.

"Tiga pelaku kami amankan untuk diperiksa lebih lanjut, sedangkan saksi hanya dimintai keterangan karena tidak ikut menganiaya," jelas Agus.

Polisi memastikan satu saksi dipulangkan lantaran tidak terlibat langsung dalam pengeroyokan. Namun, perannya disebut sebagai pemicu karena cekcok dengan korban di grup WA.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU