SULSEL - Percepatan pembangunan infrastruktur jalan terus digenjot Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Selatan melalui program Multi Years Project (MYP). Sejumlah ruas strategis seperti Jalan Aroepala dan Jalan Hertasning di Makassar kini masuk tahap pengerjaan intensif.
Program yang dibiayai APBD ini menjadi bagian dari komitmen Gubernur Andi Sudirman Sulaiman bersama Wakil Gubernur Fatmawati Rusdi. Fokusnya meningkatkan kualitas jalan sekaligus memperkuat konektivitas antarwilayah.
Berdasarkan progres terbaru, pekerjaan MYP dibagi dalam lima paket di berbagai daerah. Penanganan meliputi pengaspalan, pembangunan bahu jalan, hingga sistem drainase pada ruas dengan lalu lintas padat.
Baca juga: Andi Sudirman Usulkan Proyek Jalan hingga Jembatan ke Kemenpu, Target Konektivitas Sulsel
Pada Paket 1, pengerjaan dilakukan di sejumlah titik seperti Jalan Hertasning dengan progres kerb median mencapai 63,76 persen. Selain itu, ruas Burung-Burung–Bili-Bili dan Jalan H.M. Yasin Limpo juga menunjukkan perkembangan signifikan.
Paket 2 mencakup pembangunan dinding penahan tanah di ruas Panciro–batas Makassar. Sementara pengerjaan lapisan aspal beton juga dilakukan di ruas batas Makassar–Bontoramba.
Untuk Paket 3, fokus pekerjaan berada di wilayah Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) dan sekitarnya. Sejumlah ruas seperti Paleteang–Malimpung hingga batas Enrekang telah mencapai progres lebih dari 60 persen.
Adapun Paket 4 dan 5 menyasar ruas di wilayah lain dengan pekerjaan beton dan drainase. Beberapa titik seperti Tanabatue–Sanrego–Palattae hingga Ujung Lamuru–Palattae terus dikebut pengerjaannya.
Baca juga: Pengaspalan Jalan Aroepala Makassar Dikebut Malam Hari untuk Atasi Keluhan Debu Warga
Kepala Bidang Jalan Dinas Bina Marga Sulsel, Muhammad Rosyadi, menyebut percepatan ini mulai menunjukkan hasil nyata. Kondisi jalan yang sebelumnya rusak kini berangsur membaik.
"Sejumlah ruas yang sebelumnya mengalami kerusakan kini telah diaspal dengan kondisi lebih baik, sehingga meningkatkan kenyamanan dan keselamatan pengguna jalan," jelasnya, Selasa (28/7/2026).
Pemprov Sulsel menargetkan proyek ini rampung sesuai jadwal. Dampaknya diharapkan memperlancar mobilitas sekaligus menekan biaya logistik di berbagai daerah.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Humas Pemprov Sulsel