Bugis" data-author="Gemini AI" data-credit="Gemini AI" data-source="null" data-mce-src="https://media.indozone.id/crop/0x0:0x0/images/2026/07/08/1783500126_6a4e0d5e8d349_fotojet_64_.jpg">Foto ilustrasi sarung sutera Bugis (Gemini AI)
SULSEL - Bagaimana cara mencuci sarung sutera Bugis? Kain tradisional khas Sulawesi Selatan ini memang sudah terkenal hingga mancanegara.
Motifnya yang khas, bahannya yang lembut, serta proses pembuatannya yang rumit, hanya dapat dilakukan oleh masyarakat Bugis.
Merawat sarung sutera Bugis memang tidaklah mudah, membutuhkan ketelatenan esktra dibandingkan kain biasa.
Dengan teknik pencucian yang tepat, sarung sutera Bugis kesayangan tidak hanya akan awet secara fisik, tetapi juga tetap memancarkan pesona warna yang mewah dan elegan setiap kali dikenakan pada momen-momen spesial.
Sebelum mengetahui cara mencuci sarung sutra Bugis khas Sulawesi Selatan, alangkah baiknya mengetahui sejarah dan proses pembuatannya.
Artikel di bawah ini mengulas secara singkat sejarah sarung sutra Bugis, beragam motif, serta cara merawatnya dengan mudah agar awet dan warna tidak pudar.
Dirangkum dari berbagai sumber, berikut ulasan selengkapnya di sini.
Sejarah Sarung Sutera Bugis
Proses pembuatan sarung sutera Bugis (Facebook)
Bagi masyarakat Bugis, kain sarung sutra tak hanya berfungsi untuk menutup tubuh. Melainkan memiliki nilai historis tinggi dari nenek moyang yang harus dijaga dan dilestarikan hingga saat ini.
Dahulu, kain sarung sutra Bugis ini dianggap sakral dan suci. Dipakai sebagai status simbol dan gengsi, dan hanya dipakai ketika ada upacara adat, acara tertentu, dan menyambut tamu-tamu penting.
Pada tahun 2016, sarung sutra Bugis atau Lippa Sabbe ditetapkan sebagai warisan budaya tak benda oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Detik.com, Boneterkini.id