Sekda Sulsel memberikan sambutan pada FHI Awards Day di Makassar. (Foto: Dok. Pemprov Sulsel)
SULSEL - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Selatan menegaskan dukungannya terhadap pengembangan bisnis berbasis kesehatan yang berdampak sosial. Komitmen ini ditegaskan dalam ajang Forever Healthy Indonesia (FHI) Awarding Day di Makassar, Minggu (19/4/2026).
Sekretaris Daerah Sulsel Jufri Rahman menyebut kolaborasi pemerintah dan sektor swasta menjadi kunci menghadapi tantangan kesehatan dan ekonomi. Sinergi ini dinilai mampu memperluas jangkauan program sekaligus membuka peluang usaha baru.
"Kolaborasi lintas sektor penting untuk mendorong pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan," ujarnya.
Ia menilai pendekatan FHI yang menggabungkan edukasi kesehatan dan pemberdayaan ekonomi selaras dengan program prioritas daerah. Upaya tersebut juga mendukung penguatan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS).
Baca juga: Andi Sudirman Gaungkan Anti Mager dan ASRI, Ajak Warga Sulsel Hidup Sehat dan Peduli Lingkungan
Menurutnya, edukasi menjadi fondasi dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pola hidup sehat. Pendekatan promotif dan preventif dinilai efektif menekan angka penyakit tidak menular.
Di sisi lain, model kewirausahaan berbasis komunitas dinilai mampu menggerakkan ekonomi lokal. Skema ini membuka peluang usaha sekaligus memperluas lapangan kerja di tengah dinamika ekonomi.
"Kewirausahaan masyarakat menjadi strategi penting menjaga ketahanan ekonomi daerah," katanya.
Meski demikian, ia mengingatkan pentingnya kepatuhan terhadap regulasi. Perlindungan konsumen harus tetap menjadi prioritas dalam setiap aktivitas usaha.
Baca juga: Delegasi WHO Tinjau RSIA Pertiwi Makassar, Layanan Kesehatan Ibu dan Anak Jadi Sorotan APEC
Jufri juga mengapresiasi awarding day sebagai bentuk penghargaan bagi individu dan komunitas yang berkontribusi. Kegiatan ini dinilai memotivasi lahirnya inovasi di sektor kesehatan berbasis bisnis.
Sementara itu, CEO FHI Susan Barlin menilai Indonesia memiliki potensi besar dalam pengembangan bisnis kesehatan komunitas. Ia melihat masyarakat Indonesia terbuka dan siap berkembang.
Ia berharap jaringan komunitas yang dibangun dapat memperluas akses peluang usaha. Selain itu, kesadaran masyarakat terhadap pentingnya hidup sehat juga diharapkan terus meningkat.
Kegiatan ini mencerminkan tren kolaborasi antara pemerintah dan swasta dalam menjawab isu kesehatan. Sinergi tersebut sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis komunitas di daerah.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Humas Pemprov Sulsel