SULSEL - Viral di media sosial sebuah video berdurasi 19 detik yang memperlihatkan empat remaja wanita berjoget di pelataran masjid di Kabupaten Soppeng, Sulawesi Selatan. Aksi itu memicu reaksi keras dari warganet dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Soppeng.
Peristiwa tersebut terjadi Masjid Agung Darussalam, Watansoppeng, pada Sabtu (28/2/2026) usai pelaksanaan salat tarawih. Keempatnya tampak berjoget di atas stand UMKM yang berada di area masjid.
Wakil Bupati Soppeng, Selle Ks Dalle, menyayangkan kejadian tersebut dan meminta aparat berwenang melakukan penyelidikan menyeluruh. Ia menilai tindakan itu tidak pantas dilakukan di area rumah ibadah, terlebih di bulan Ramadan.
"Kami sangat menyayangkan hal seperti itu di Masjid Agung. Kami harap agar kejadian ini diselidiki secara menyeluruh oleh aparat berwenang," ujarnya, Senin (2/3).
Baca juga: Viral Kakek di Makassar Nangis di Kantor Polisi usai Diancam Parang Anak Pacarnya karena Mabuk
Selle menegaskan masjid merupakan ruang suci yang harus dijaga dan dihormati semua pihak. Menurutnya, aksi tersebut tidak mencerminkan nilai budaya dan agama yang dijunjung tinggi masyarakat Soppeng.
"Masjid adalah tempat ibadah yang harus kita hormati bersama. Apa pun alasannya, perbuatan seperti itu tidak pantas dilakukan di area rumah ibadah," tuturnya.
Meski demikian, ia meminta penanganan kasus ini tetap mengedepankan pendekatan pembinaan. Ia berharap para remaja yang terlibat diberikan edukasi, bukan sekadar dihakimi.
"Harus ada proses hukum dan pembinaan terhadap remaja yang terlibat, karena kita ingin anak-anak dibina, bukan langsung dihakimi. Ini juga menjadi tanggung jawab bersama, termasuk orang tua dan lingkungan," imbuh Selle.
Baca juga: Viral Dua Siswi SMK 1 Gowa Acungkan Jari Tengah ke Guru Berujung DO
Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Soppeng AKP Dodie Ramaputra membenarkan pihaknya telah menerima aduan masyarakat. Tim penyidik kini tengah mengumpulkan keterangan untuk mendalami peristiwa tersebut.
"Untuk saat ini, penyidik melakukan pendalaman terhadap pengaduan masyarakat. Tim masih bekerja mengumpulkan keterangan terkait peristiwa tersebut," katanya.
Dalam video yang beredar, terlihat empat remaja mengenakan pakaian berbeda warna, dua di antaranya berbaju hitam, satu ungu bermotif bunga, dan satu lainnya merah muda dengan topi senada. Tiga orang menghadap kamera sambil berjoget, sementara satu lainnya mengenakan celana pendek membelakangi kamera sambil berjoget erotis.
Kasus ini kini menjadi sorotan publik dan diharapkan segera menemukan titik terang. Pemerintah daerah menekankan pentingnya menjaga etika di ruang ibadah agar kejadian serupa tidak terulang kembali.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan