Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Minggu, 22 FEBRUARI 2026 • 12:30 WIB

Dirjen Otda Apresiasi Ramadan Leadership Camp Sulsel: Bisa Jadi Contoh Sinergi Pusat-Daerah

Dirjen Otda Apresiasi Ramadan Leadership Camp Sulsel: Bisa Jadi Contoh Sinergi Pusat-DaerahDirjen Otda Cheka Virgouwansyah memberikan pembekalan bertema "Sinergi Kebijakan Nasional dan Daerah" pada Ramadan Leadership Camp. (Foto: Dok. Pemprov Sulsel)

SULSEL - Hampir 1.000 pejabat Pemprov Sulsel dikumpulkan dalam satu forum pada Ramadan Leadership Camp 2026, dengan satu pesan utama: sinergi pusat dan daerah tak boleh berjalan sendiri-sendiri. Penguatan kepemimpinan ASN ditegaskan sebagai kunci menyelaraskan arah kebijakan nasional dan daerah dalam bingkai Asta Cita.

Pesan itu disampaikan Direktur Jenderal (Dirjen) Otonomi Daerah (Otda) Cheka Virgouwansyah saat memberikan pembekalan bertema sinergi kebijakan nasional dan daerah, Minggu (22/2/2026). Ia menilai langkah yang diambil Pemprov Sulsel sebagai terobosan strategis.

"Saya pertama-tama mengucapkan apresiasi kepada Bapak Gubernur yang telah mengumpulkan hampir 1.000 pejabat dalam satu ruangan di bulan suci ini. Mudah-mudahan ini menjadi tonggak bersejarah untuk perubahan Sulawesi Selatan yang lebih baik," ujarnya.

Menurutnya, model pembinaan kepemimpinan ASN seperti ini layak menjadi referensi daerah lain. Forum kolektif dinilai efektif memperjelas arah kebijakan sekaligus memperkuat komunikasi lintas level pemerintahan.

Baca juga: Ramadan Leadership Camp Resmi Dibuka, 938 ASN Sulsel Digembleng Perkuat Integritas dan Spiritual

"Kenapa tidak dicontoh? Mengumpulkan eksekutif dalam satu forum seperti ini adalah hal yang baik," katanya.

Cheka menegaskan, sinergi hanya bisa terwujud bila kebijakan pusat diterjemahkan secara tepat di daerah. Kejelasan regulasi dan komunikasi efektif menjadi dua fondasi utama.

Ia juga mengulas implementasi otonomi daerah sebagaimana diatur dalam Kementerian Dalam Negeri berdasarkan kerangka Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014. Otonomi disebut bertujuan mendorong pemerataan pembangunan, inovasi layanan publik, hingga penguatan demokrasi lokal.

Baca juga: Pemprov Sulsel Bakal Gelar Ramadan Leadership Camp, Tingkatkan Integritas dan Kapasitas Pejabat

Meski demikian, pelaksanaan otonomi daerah diakui masih menghadapi tantangan. Evaluasi hampir 25 tahun terakhir menunjukkan indikator makro nasional cenderung membaik, meski sempat tertekan saat pandemi Covid-19.

Untuk Sulsel, capaian kinerja dinilai sejalan bahkan menonjol pada sejumlah sektor. Pendidikan dan kesehatan masing-masing mencatat skor 4,5, sementara urusan sosial meraih indeks tertinggi nasional dengan nilai 5.

Sektor ketenteraman, ketertiban umum, dan perlindungan masyarakat juga berada pada kategori sangat tinggi dengan skor 4,8. Capaian itu, kata Cheka, harus dijaga melalui pemahaman peran setiap unsur pemerintahan.

"Setiap unsur harus memahami posisinya dan memberikan kontribusi terbaik. Ujung dari semua ini adalah satu, yakni kesejahteraan masyarakat," pungkasnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Humas Pemprov Sulsel

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Dirjen Otda Apresiasi Ramadan Leadership Camp Sulsel: Bisa Jadi Contoh Sinergi Pusat-Daerah

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!