Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Jumat, 06 FEBRUARI 2026 • 12:40 WIB

Ibu Baron di Maros Pecahkan Rekor Dunia Jadi Ular Terpanjang Versi Guinness World Records

Ibu Baron di Maros Pecahkan Rekor Dunia Jadi Ular Terpanjang Versi Guinness World RecordsIbu Baron, piton terpanjang di dunia bersama pelestari ular lokal Kabupaten Maros, Budi Purwanto. (Foto: Dok. Guinness World Records)

SULSEL - Seekor ular piton betina di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, mencatat sejarah baru sebagai ular liar terpanjang di dunia. Dengan panjang 7,22 meter dan bobot 96,5 kilogram, sanca kembang itu memecahkan rekor global pada akhir 2025.

Rekor tersebut resmi diumumkan Guinness World Records (GWR) melalui laman resminya pada Rabu (4/2/2026). Pengukuran dilakukan dari kepala hingga ujung ekor pada 18 Januari 2025 dan dinyatakan sah secara ilmiah.

Dalam kondisi benar-benar rileks saat dibius, panjang ular itu diperkirakan bisa bertambah hingga 10 persen atau mendekati 7,9 meter. Namun GWR menegaskan pembiusan hanya boleh dilakukan untuk alasan keselamatan atau medis sehingga potensi tersebut tidak dihitung.

Ular raksasa itu kini berada dalam perawatan konservasionis lokal Budi Purwanto di Maros. Pemeriksaan juga melibatkan pemandu satwa liar berlisensi Diaz Nugraha serta fotografer dan penjelajah alam Radu Frentiu.

Baca juga: Karya Desainer Sulsel Bersinar di Pembukaan INACRAFT 2026, Wastra Lontara Curi Perhatian Nasional

Nugraha dan Frentiu mendokumentasikan langsung keberadaan ular tersebut saat berkunjung ke Maros. Selain diukur dengan pita ukur survei, ular itu juga ditimbang dan tercatat berbobot 96,5 kilogram.

Bobot tersebut dicatat saat ular belum memakan mangsa besar. Jika sudah makan, beratnya diperkirakan bisa melampaui 100 kilogram.

Sanca kembang betina itu diberi nama Ibu Baron dan bergabung dengan sejumlah ular lain yang diselamatkan Purwanto. Ia dievakuasi sejak kabar penemuannya mencuat pada Desember 2024.

Purwanto menempatkan Ibu Baron di kandang berukuran luas di lahannya. Langkah itu dilakukan untuk mencegah konflik berulang antara manusia dan ular besar di wilayah tersebut.

Baca juga: Ekonomi Sulsel Tumbuh 5,43 Persen di 2025, Tertinggi Sejak Pandemi Covid-19

Di Maros, konflik manusia dan ular sanca telah lama terjadi, terutama dengan individu berukuran besar. Hewan ini kerap dianggap ancaman serius bagi ternak, hewan peliharaan, bahkan manusia.

Meski tidak berbisa, ular sanca kembang mematikan karena mampu membelit mangsanya hingga mati lemas. Saat masuk permukiman, ular ini sering dibunuh atau diburu untuk diambil dagingnya.

"Kemunculan ular ini makin meningkat karena habitat menyusut dan ketersediaan mangsa alami menurun akibat perburuan liar," ujar Diaz Nugraha. Kondisi itu membuat sanca kembang lebih sering berinteraksi dengan manusia dibandingkan masa lalu.

Selain konflik, sanca kembang juga diburu untuk perdagangan hewan peliharaan eksotis ilegal. Spesies ini dikenal sebagai ular terpanjang di dunia dengan panjang rata-rata 3 hingga 6 meter dan individu terbesar umumnya betina.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Guinness World Records

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Ibu Baron di Maros Pecahkan Rekor Dunia Jadi Ular Terpanjang Versi Guinness World Records

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!