SULSEL - Pemerintah pusat meresmikan bantuan rumah layak huni (knockdown) bagi warga kurang mampu di Kota Makassar, Sulawesi Selatan. Bantuan tersebut salah satunya diberikan kepada Naila, siswi yang sempat mendapat perhatian khusus Presiden Prabowo.
Peresmian bantuan hunian layak untuk Naila dan keluarga kurang mampu lainnya berlangsung di Kelurahan Untia, Kecamatan Biringkanaya, Jumat (5/9/2025). Acara ini dipimpin Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) yang didampingi Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman serta Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin.
Naila merupakan warga Kelurahan Pandang Raya, Kecamatan Panakkukang. Ia sebelumnya menerima beasiswa Sekolah Rakyat yang diinisiasi Presiden Prabowo Subianto.
Baca juga: Remaja di Gowa Ditangkap Usai 6 Bulan Buron, Curi 4 Ayam Bangkok Senilai Rp 20 Juta
Andi Sudirman menyampaikan apresiasinya atas dukungan pemerintah pusat dalam membantu warga kurang mampu. Ia menyebut program rumah layak huni sangat dibutuhkan masyarakat pesisir dan perkotaan.
"Terima kasih banyak Bapak Menteri telah membangun rumah untuk Nayla dan keluarga serta seluruh tetangga dan warga kurang mampu lainnya. Mudah-mudahan ini awal untuk rumah-rumah yang lebih banyak lagi," ujarnya, dikutip dari laman resmi Pemprov Sulsel, Sabtu (6/9).
Dia menegaskan, Pemprov Sulsel akan terus bersinergi dengan Pemkot Makassar dan pemerintah pusat. Sinergi ini meliputi pendataan lahan hingga pembangunan rumah untuk warga berpenghasilan rendah.
"Insya Allah kita sama-sama mendata rumah yang layak dibantu. Provinsi cari lahannya, Pak Wali cari lahannya, Pak Menteri yang bangun rumahnya," jelas Andi Sudirman.
Baca juga: Pemprov Sulsel Perkuat Ekonomi Biru, 2.000 Paket Bibit Rumput Laut Disalurkan ke Luwu Raya
Sementara itu, Gus Ipul menekankan pentingnya kolaborasi antar-pemerintah dalam menghadirkan hunian layak. Menurutnya, program di Untia ini menjadi model percontohan yang bisa direplikasi di wilayah lain.
"Ini semua tentu kita jadikan satu model. Mudah-mudahan kalau ini berhasil, kita bisa duplikasi dan perbanyak lagi untuk menjangkau lebih banyak warga," kata Gus Ipul.
Mensos juga menyinggung hasil diskusinya dengan gubernur dan wali kota, bahwa masih banyak warga Makassar tinggal di kawasan kumuh. Program percontohan di Untia disebut sebagai langkah awal sesuai arahan Presiden untuk mempercepat relokasi warga.
"Kalau kita bisa kerja sama, banyak hal yang bisa kita kerjakan lebih cepat dan menjangkau lebih banyak lagi," tegasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Sulselprov.go.id