Ilustrasi kemiskinan. (Foto: Freepik)
SULSEL - Jumlah penduduk miskin di Sulawesi Selatan (Sulsel) menurun menjadi 698.130 orang atau 7,60% dari total populasi 9,4 juta jiwa. Badan Pusat Statistik (BPS) menyebut angka ini sebagai yang terendah sejak tahun 2020.
Data tersebut merupakan hasil survei per Maret 2025 dan menunjukkan penurunan sebesar 13.640 orang dibandingkan periode September 2024. Jika dipersentasekan, terjadi penurunan 0,17 poin dari data sebelumnya.
Baca juga: Hilang Sejak Sebulan Lalu, Kakek di Maros Ditemukan Sisa Kerangka
"Angka kemiskinan Sulsel per Maret 2025 sebesar 698.130 orang atau 7,60%. Ini merupakan angka terendah sejak 2020. Jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya, jelas terlihat penurunan," kata Kepala BPS Sulsel, Aryanto dalam rilis Berita Resmi Statistik (BRS), Jumat (25/7/2025).
Aryanto mengakui angka tersebut masih cukup tinggi, namun terdapat perbaikan dalam kesenjangan wilayah. Tingkat kemiskinan di perkotaan turun menjadi 5,14%, dari sebelumnya 5,21% pada September 2024.
Di wilayah pedesaan, penurunan lebih signifikan dari 10,11% menjadi 9,88% dalam periode yang sama. Angka kemiskinan Sulsel juga tercatat lebih rendah dibanding rata-rata nasional yang mencapai 8,47%.
Baca juga: Viral Kakek di Makassar Nangis di Kantor Polisi usai Diancam Parang Anak Pacarnya karena Mabuk
Meski demikian, gini ratio sebagai indikator ketimpangan pengeluaran justru mengalami kenaikan tipis. Per Maret 2025, tercatat sebesar 0,363 atau naik 0,003 poin dibanding September 2024.
Kondisi ini menunjukkan bahwa ketimpangan masih menjadi tantangan meskipun angka kemiskinan terus menurun. Pemerintah daerah diharapkan terus fokus mengurangi kesenjangan antarwilayah agar dampak pertumbuhan ekonomi lebih merata.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Press Release