Ilustrasi gantung diri. (Foto: Freepik)
Sesosok pria tanpa identitas ditemukan tewas diduga gantung diri di depan kampus Politeknik Kesehatan (Poltekkes) Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Makassar, Sulawesi Selatan. Penemuan mayat tersebut sontak menggegerkan warga sekitar.
Mayat tergantung di pohon yang berada di lahan kosong tepat di depan Poltekkes Kemenkes, Jl Monumen Emmy Saelan III, Kelurahan Karunrung, Kecamatan Rappocini, Kota Makassar, Jumat (11/7/2025). Korban pertama kali ditemukan oleh seorang warga yang melintas.
Saat ditemukan sekitar pukul 09.00 WITA, korban mengenakan celana panjang warna abu-abu dan jaket merah hitam. Ciri-cirinya memiliki brewok dengan warna kulit agak gelap.
Selain itu, ditemukan sepeda motor matik merek Yamaha Mio warna merah hitam dengan nomor polisi DT 6618 LF, yang diduga milik korban terpakir di sekitar tempat kejadian perkara (TKP).
Baca juga: Sakit Hati Diputuskan, Pria di Makassar Sebar Video Mesum Mantan Pacar untuk Peras Korban
Penemuan pria tewas tergantung itu sontak membuat geger sehingga warga berdatangan ke TKP. Mereka berkerumun ingin melihat korban lebih dekat.
Setelah mendapat laporan, pihak kepolisian yang tiba di lokasi langsung melakukan identifikasi dan olah TKP. Jasad korban kemudian dievakuasi ke RS Bhayangkara untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Kapolsek Rappocini, Kompol Ismail mengatakan, pria tak dikenal tersebut merupakan korban bunuh diri. Dia juga menyebut korban tidak memiliki tanda pengenal atau kartu identitas seperti KTP atau SIM kendaraan.
"Bukan orang digantung, (tapi) orang bunuh diri," ungkap Ismail kepada wartawan, Jumat (11/7).
Baca juga: Sejoli di Makassar Cekcok Perkara Uang Pacaran, Saling Tagih Berujung Penganiayaan
"Tidak ada sama sekali kartu identitas yang dikantongi almarhum. Tidak ada yang kenal juga di sekitar situ (TKP)," sambungnya.
Ismail menyampaikan, Tim Dokpol Polda Sulsel dan INAFIS Polrestabes Makassar telah melakukan identifikasi untuk menyelidiki penyebab tewasnya korban. Pihaknya memastikan korban meninggal karena bunuh diri.
"Tanda-tanda kekerasan belum kita temukan," jelasnya.
Hingga kini, identitas pria malang itu masih belum diketahui. Polisi meminta masyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarga segera menghubungi pihak berwenang.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan