Senin, 02 MARET 2026 • 09:30 WIB

Menikmati Manis Khas DHT, Sirup Lokal Legendaris Teman Berbuka Warga Sulsel Saat Ramadan

Author

Sirup DHT asli Makassar, teman berbuka puasa warga Sulsel saat Ramadan. (Foto: Instagram/sirupdht.id)

SULSEL - Sirup DHT sudah menjadi minuman favorit warga Sulawesi Selatan yang selalu dicari saat bulan Ramadan tiba, terutama sebagai teman berbuka puasa dan pelengkap aneka es tradisional. Sirup lokal legendaris ini dikenal dengan rasa manis khas pisang ambon yang membuatnya begitu digemari di Makassar dan sekitarnya sejak bertahun-tahun lalu. 

Sirup DHT di Meja Buka Puasa

Sirup DHT sering muncul di meja berbuka warga Sulsel bersama aneka takjil tradisional seperti es pisang ijo, es pallu butung, dan es buah yang menyegarkan saat panasnya sore Ramadan. Popularitas sirup ini membuatnya hampir wajib tersedia di rumah-rumah, warung, maupun toko selama bulan puasa.

Keberadaan sirup ini bukan hanya sekadar minuman manis biasa, tetapi juga bagian dari tradisi berbuka yang turun-temurun di Sulsel. Rasa manis dan aroma pisang yang kuat dari sirup DHT mampu memberikan sensasi buka puasa yang berbeda dibanding sirup lainnya.

Baca juga: Pemuda di Makassar Nangis Saat Ditangkap Curi Cokelat dan Minuman di Minimarket

Sejarah Panjang Sirup DHT

Sirup DHT bukan produk baru di Sulsel, melainkan bagian dari warisan kuliner sejak lama. Sirup ini telah diproduksi secara lokal di Makassar sejak era pertengahan abad ke-20 tepatnya pada tahun 1949, dan namanya telah dikenal oleh generasi ke generasi sebagai sirup legendaris khas daerah.

Istilah “DHT” dalam sirup ini pun memiliki sejarah yang menarik, banyak warga lokal menyebutnya singkatan dari Dari Hasil Tenaga karena dulu pembuatan sirup ini memerlukan proses manual yang intensif. Nama brand ini kemudian berkembang dikenal luas sebagai singkatan “Duta Harapan Tunggal” yang tertulis pada logo pabriknya di Kabupaten Gowa.

Rasa dan Karakteristik yang Membekas

Karena berbahan dasar pisang Ambon, sirup DHT menghadirkan kombinasi rasa manis serta aroma buah yang kuat dan khas. Teksturnya yang kental membuat sirup ini ideal digunakan sebagai topping, dicampur dalam es, atau sekadar ditambah air dingin untuk diminum langsung.

Tak heran jika setiap tetes sirup DHT mampu membawa nostalgia bagi warga Sulsel yang tumbuh bersama budaya kuliner lokal. Keunikannya membuat sirup ini berbeda dari sirup industri lain yang lebih generik di pasaran.

Baca juga: Satgas Pangan Sulsel Perketat Pengawasan, Minyak Goreng dan Beras Jadi Sorotan

Peran Sirup DHT dalam Kuliner Tradisional

Sirup DHT bukan hanya sekadar minuman, tetapi sudah menjadi bagian penting dalam berbagai kuliner khas Makassar. Selain es pisang ijo, sirup ini juga dipadukan dengan es kelapa, es teler, dan kreasi minuman tradisional lain yang memberi sensasi rasa manis yang pas di lidah.

Selama Ramadan, permintaan sirup ini biasanya melonjak tajam karena kebutuhan keluarga dan pedagang dalam menyajikan minuman berbuka yang menyegarkan. Kehadiran DHT di meja buka puasa sudah menjadi tradisi yang tak tergantikan bagi banyak keluarga di Sulsel.

Penyebaran dan Popularitas yang Meningkat

Meskipun sirup DHT awalnya hanya dikenal di Makassar dan wilayah sekitarnya, saat ini produk ini sudah semakin mudah ditemukan di berbagai toko serta minimarket di Sulawesi, bahkan hingga ke Pulau Kalimantan.

Tak hanya itu, kemasan produk yang hadir dalam berbagai ukuran mulai dari botol kecil hingga jerigen besar membuat sirup ini bisa dinikmati semua kalangan. Varian botol 620 ml populer di kalangan keluarga kecil, sementara kemasan plastik 2 liter dan 5 liter sering dipilih pedagang untuk usaha minuman takjil.

Menjadi Oleh-Oleh Khas Makassar

Sirup DHT juga dikenal sebagai salah satu oleh-oleh khas Makassar yang dibawa pulang wisatawan saat berkunjung ke Sulsel. Warna merah mencolok dan rasa pisang Ambonnya yang kuat membuat sirup ini mudah dikenali dan dinikmati orang dari luar daerah.

Tak sedikit orang luar Sulsel yang berburu sirup ini sebagai buah tangan, terutama menjelang Ramadan dan Lebaran ketika permintaan meningkat. Kehadiran DHT di rumah tidak hanya melengkapi momen berbuka, tetapi juga menjadi simbol kecintaan terhadap kuliner lokal.

Tips Mengolah Sirup DHT untuk Sajian Ramadan

Untuk menikmati sirup DHT, salah satu cara paling populer adalah mencampurnya dengan air dingin dan es batu sebagai minuman buka puasa yang sederhana namun menyegarkan. Campuran ini cocok bagi siapa saja yang ingin menyegarkan tenggorokan setelah seharian berpuasa.

Selain itu, sirup juga bisa menjadi bahan dasar es campur atau dipadukan dengan susu serta buah-buahan segar untuk menciptakan varian minuman yang lebih kaya rasa. Sensasi manisnya mampu melengkapi berbagai tekstur dan aroma dalam minuman takjil yang kreatif.

Baca juga: Viral Lubang di Jalan Hertasning Makassar Saat Pengaspalan, DBMBK Sulsel: Akibat Curah Hujan Tinggi

Warisan Kuliner yang Terus Hidup

Sirup DHT tetap menunjukkan eksistensinya sebagai sirup legendaris yang tak lekang oleh waktu di Sulsel. Tradisi menyajikannya saat Ramadan menjadi bukti kuat bahwa kuliner lokal memiliki tempat tersendiri di hati masyarakat.

Dengan kombinasi cita rasa autentik dan keberadaannya yang semakin mudah dijumpai, sirup DHT menjadi contoh bagaimana produk lokal bisa berkembang menjadi bagian penting budaya pangan masyarakat.

Sirup DHT bukan sekadar sirup biasa, ia adalah bagian tak terpisahkan dari tradisi buka puasa warga Sulsel yang manis dan penuh kenangan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU