Sabtu, 21 FEBRUARI 2026 • 09:45 WIB

Hukum Kentut Kecil Saat Shalat: Antara Was-was dan Batal, Ini Penjelasan Lengkapnya

Author

Ilustrasi salat berjamaah. (Foto: Freepik)

SULSEL - Hukum kentut kecil saat shalat sering menjadi pertanyaan yang membuat banyak orang diliputi was-was. Tidak sedikit jamaah yang ragu, apakah yang dirasakan benar-benar membatalkan wudhu atau hanya perasaan semata.

Dalam ajaran Islam, keluarnya angin dari dubur termasuk perkara yang membatalkan wudhu. Ketentuan ini bersandar pada hadis sahih riwayat Muhammad yang tercantum dalam Sahih al-Bukhari dan Sahih Muslim.

Dalam hadis tersebut dijelaskan bahwa seseorang tidak perlu membatalkan shalatnya sampai benar-benar mendengar suara atau mencium bau. Kaidah ini menjadi dasar penting untuk membedakan antara keyakinan dan keraguan.

Prinsip fikih menyebutkan, keyakinan tidak bisa dihilangkan oleh keraguan. Artinya, wudhu yang sudah diyakini sah tidak otomatis batal hanya karena rasa tidak pasti.

Baca juga: Sering Kentut Kecil Saat Shalat Tarawih? Ini Cara Mengatasinya Agar Ibadah Tetap Sah

Kentut yang Membatalkan Wudhu

Secara tegas, para ulama sepakat bahwa keluarnya angin dari dubur membatalkan wudhu. Hal ini termasuk dalam kategori hadas kecil yang mengharuskan seseorang berwudhu kembali sebelum melaksanakan shalat.

Kesepakatan ini dijelaskan dalam berbagai kitab fikih lintas mazhab. Salah satu rujukan penting dapat ditemukan dalam Al-Majmu’ Syarh al-Muhadzdzab karya An-Nawawi yang merinci pembatal-pembatal wudhu secara sistematis.

Jika seseorang benar-benar yakin telah keluar angin, maka shalatnya batal dan wajib mengulang setelah berwudhu. Tidak ada perbedaan pendapat dalam hal ini di kalangan mayoritas ulama.

Namun yang sering menjadi persoalan adalah sensasi samar di perut atau dubur. Banyak orang merasa seperti ada sesuatu keluar, padahal belum tentu benar terjadi.

Baca juga: Polres Selayar Perkuat Pembinaan Spiritual Tahanan, Salat Berjamaah Jadi Rutinitas Harian

Antara Perasaan dan Kepastian

Rasa seperti kentut kecil yang tidak disertai suara atau bau sering kali masuk dalam kategori syak atau keraguan. Dalam kondisi ini, seseorang dianjurkan untuk tetap melanjutkan shalatnya.

Hal ini merujuk langsung pada hadis yang menyatakan agar tidak membatalkan shalat sampai mendengar suara atau mencium bau. Pesan ini memberikan perlindungan dari gangguan was-was berlebihan.

Was-was sendiri dalam Islam dipandang sebagai bisikan yang mengganggu ketenangan ibadah. Jika terus diikuti, ia bisa membuat seseorang berulang kali mengulang wudhu dan shalat tanpa alasan yang pasti.

Karena itu, ulama menekankan pentingnya membedakan antara yakin dan ragu. Selama tidak ada bukti yang jelas, maka hukum asalnya adalah tetap suci.

Baca juga: Ibu di Bone Tewas Ditikam Putri Kandungnya Saat Salat Subuh, Pelaku Diduga ODGJ

Bagaimana Jika Terjadi Terus-Menerus?

Sebagian orang memiliki gangguan pencernaan yang menyebabkan keluarnya angin sulit dikendalikan. Dalam fikih, kondisi ini dikenal sebagai uzur atau hadas yang terus-menerus.

Orang dengan kondisi tersebut tetap wajib shalat. Ia cukup berwudhu setelah masuk waktu shalat dan tidak perlu mengulang wudhu setiap kali gangguan terjadi dalam rentang waktu itu.

Penjelasan mengenai uzur ini juga dibahas dalam literatur klasik dan diikuti mayoritas mazhab. Prinsipnya, syariat Islam tidak membebani seseorang di luar kemampuannya.

Namun jika gangguan tersebut jarang dan masih bisa dikontrol, maka berlaku hukum umum. Artinya, jika benar-benar keluar angin, wudhu tetap batal.

Baca juga: Polisi di Bulukumba Ditikam OTK usai Salat Tahajud, Pelaku Diduga Hendak Mencuri

Tinjauan Medis Singkat

Secara medis, kentut atau flatus adalah proses normal akibat akumulasi gas dalam saluran cerna. Menurut Mayo Clinic, gas terbentuk dari udara yang tertelan serta proses fermentasi makanan di usus.

Beberapa jenis makanan seperti kacang-kacangan, kol, minuman bersoda, dan produk susu tertentu dapat meningkatkan produksi gas. Kondisi stres dan kecemasan juga dapat memperburuk sensasi di perut.

Pemahaman medis ini membantu menjelaskan mengapa sebagian orang lebih rentan merasakan dorongan kecil saat berdiri lama dalam shalat. Namun sensasi tersebut belum tentu berarti benar-benar keluar angin.

Baca juga: Bupati Luwu Timur Hadiahkan Umrah Gratis untuk 5 ASN Rajin Salat Berjamaah

Tips Menghindari Was-was Saat Shalat

Untuk mengurangi keraguan, penting menjaga ketenangan pikiran sebelum dan saat shalat. Fokus pada bacaan dan gerakan dapat membantu mengalihkan perhatian dari sensasi kecil di tubuh.

Mengatur pola makan sebelum shalat juga dapat membantu mengurangi produksi gas berlebih. Hindari makan berlebihan dan beri jeda waktu cukup sebelum berdiri lama dalam shalat berjamaah.

Baca juga: Imam Masjid di Morowali Utara Ditikam Pria Saat Salat Subuh, Pelaku Babak Belur Diamuk Massa

Jika memiliki riwayat gangguan pencernaan, konsultasi dengan tenaga medis bisa menjadi langkah bijak. Dengan begitu, penyebab fisik dapat diatasi tanpa mencampuradukkan dengan kekhawatiran fikih.

Pada akhirnya, hukum kentut kecil saat shalat bergantung pada kepastian terjadinya atau tidak. Selama masih sebatas keraguan tanpa bukti jelas, ibadah tetap sah dan tidak perlu diulang.

Memahami batas antara was-was dan batal adalah kunci ketenangan dalam beribadah. Dengan ilmu yang benar, shalat dapat dijalankan dengan lebih khusyuk dan tanpa beban berlebihan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU