SULSEL - Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan, dikenal sebagai daerah yang kaya tradisi Islam dan jejak sejarah panjang. Wisata religi di Wajo menawarkan pengalaman spiritual yang berpadu dengan narasi budaya dan peradaban lokal.
Bagi peziarah dan wisatawan, Wajo menyuguhkan destinasi yang tersebar dari pusat kota hingga kawasan bersejarah. Setiap lokasi menyimpan kisah dakwah, perjuangan ulama, dan kearifan masyarakat setempat.
Masjid Tua Tosora, Jejak Awal Islam di Wajo
Masjid Tua Tosora menjadi salah satu ikon wisata religi paling dikenal di Wajo. Masjid ini diyakini berdiri sejak abad ke-17 dan menjadi saksi masuknya Islam di wilayah bekas Kerajaan Wajo.
Arsitekturnya sederhana dengan nuansa klasik yang masih terjaga hingga kini. Lingkungan masjid yang tenang membuat pengunjung mudah larut dalam suasana reflektif dan khusyuk.
Baca juga: Mengenal Burasa', Makanan Khas Bugis yang Nikmat dan Tahan Lama Serta Penuh Nilai Filosofis
Masjid Agung Ummul Quraa Sengkang
Masjid Agung Ummul Quraa terletak di jantung Kota Sengkang ibu kota Kabupaten Wajo dan menjadi pusat kegiatan keagamaan masyarakat. Selain sebagai tempat ibadah, masjid ini sering menjadi lokasi kajian dan peringatan hari besar Islam.
Peletakan batu pertama pembangunan masjid ini dilakukan oleh Presiden RI pertama, Soekarno, pada tahun 1964. Desain bangunan dirancang oleh Fredrik Silaban yang juga merupakan arsitek yang merancang Masjid Istiqlal Jakarta.
Bangunan megah dengan sentuhan arsitektur modern yang tetap mengedepankan nilai Islami menjadi ciri khas masjid ini. Keberadaannya memperkuat identitas Sengkang sebagai kota religius.
Makam Syekh Jamaluddin Al-Akbar Al-Husaini
Salah satu destinasi paling banyak diziarahi adalah Makam Syekh Jamaluddin Al-Akbar Al-Husaini yang berada di area Masjid Tua Tosora. Ulama besar ini dikenal sebagai cucu Rasulullah SAW dari garis keturunan Al-Husain.
Kompleks makam selalu ramai oleh peziarah dari berbagai daerah di Indonesia. Banyak yang datang untuk berdoa sekaligus mengenang peran beliau dalam penyebaran Islam di Sulawesi Selatan.
Masjid Darussalam Belawa, Ikon Religi di Tepi Danau Tempe
Masjid Darussalam Belawa berdiri kokoh di Kecamatan Belawa dan dikenal luas oleh masyarakat sekitar Danau Tempe. Masjid ini menjadi pusat aktivitas keagamaan sekaligus persinggahan wisatawan religi.
Lokasinya yang strategis memberikan suasana ibadah yang sejuk dan damai. Masjid Darussalam kerap menjadi tempat singgah jamaah sebelum melanjutkan perjalanan ziarah.
Baca juga: Unismuh Makassar dan UMPAR Kembangkan Desa Wisata Agroekologi di Kawasan Karst Pangkep
Makam Puang Massora, Tokoh Misterius yang Disakralkan
Makam Puang Massora menjadi salah satu situs ziarah yang dihormati masyarakat Wajo. Lokasi makam terletak di Desa Sogi, Kecamatan Maniangpajo terawat dengan baik dan sering dikunjungi peziarah lokal.
Sosok Puang Massora diketahui masih menyimpang misteri, ia disebut-disebut sebagai Raja dari Tosora dan dikenal sebagai ulama dan tokoh yang berperan penting dalam dakwah Islam. Nilai keteladanan dan perjuangannya terus diwariskan secara turun-temurun.
Baca juga: Tedong Bonga, Kerbau Belang Khas Toraja Resmi Dilindungi Hukum Kekayaan Intelektual Komunal
Daya Tarik Wisata Religi Wajo bagi Peziarah
Wisata religi di Wajo tidak hanya menawarkan lokasi ibadah dan ziarah. Setiap destinasi menyimpan cerita sejarah yang memperkaya wawasan keislaman pengunjung.
Dengan akses yang semakin mudah, Wajo berpotensi menjadi salah satu tujuan wisata religi unggulan di Sulawesi Selatan. Perpaduan spiritualitas, sejarah, dan budaya lokal menjadi daya tarik yang terus hidup sepanjang waktu.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: