Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Kamis, 28 AGUSTUS 2025 • 14:20 WIB

GP Ansor Wajo Gelar Festival Budaya Saoraja Latenribali 2025, Lestarikan Tradisi Lokal Lewat Inovasi Modern

GP Ansor Wajo Gelar Festival Budaya Saoraja Latenribali 2025, Lestarikan Tradisi Lokal Lewat Inovasi ModernFestival Budaya Saoraja Latenribali 2025 resmi dibuka di Rumah Adat Atakkae, Sengkang, Kabupaten Wajo. (Foto: Dok. Pemkab Wajo)

SULSEL - Pimpinan Cabang (PC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan, menggelar Semarak Budaya 2025: Festival Budaya Saoraja Latenribali. Acara ini menjadi ruang pertemuan budaya, tradisi, dan agama untuk berkembang berdampingan.

Acara berlangsung di kawasan Rumah Adat Atakkae, Sengkang, Kabupaten Wajo, Rabu (27/8/2025). Kegiatan dibuka secara resmi oleh Anggota Komisi X DPR RI, Andi Muawiyah Ramli.

"Allahummasalli Ala Sayyidina Muhammad WAa Ala Ali Sayyidina Muhammad, Semarak Budaya 2025 saya buka dengan resmi," ucapnya.

Dalam sambutannya, Andi Muawiyah menyebut bahwa budaya adalah bagian dari identitas dan karakter suatu bangsa. Ia menekankan pentingnya harmoni antara adat, budaya, dan nilai keagamaan dalam kehidupan masyarakat.

Menurut legislator PKB yang akrab disapa Amure, kegiatan ini merupakan hasil kerja sama Komisi X dengan Kemendikbud. Festival budaya serupa juga pernah digelar di daerah lain seperti Bone, Parepare, dan Maros.

"Semarak Budaya 2025 adalah ruang agar budaya, tradisi, dan agama bisa tumbuh berdampingan, bukan saling dipertentangkan," ujarnya.

Baca juga: Daftar Peraih Penghargaan di Ajang WITA 2025, Enam dari Indonesia

Bupati Wajo, Andi Rosman menyampakan apresiasi tinggi terhadap pelaksanaan festival tersebut. Ia menegaskan dukungan pemerintah daerah agar kegiatan ini bisa menjadi agenda tahunan.

"Barzanji adalah satu tradisi masyarakat Bugis yang perlu dilestarikan, olehnya itu saya akan mengadakan lomba baca Barzanji," bebernya.

Andi Rosman juga menyoroti Rumah Adat Atakkae sebagai ikon wisata budaya Kabupaten Wajo. Menurutnya, meski ada efisiensi anggaran, perhatian pemerintah terhadap kawasan tersebut tetap menjadi prioritas.

"Meskipun tahun ini ada efisiensi anggaran, Rumah Adat Atakkae tetap jadi perhatian pemerintah agar menjadi ikon wisata. Rumah adat kecamatan yang ada akan dijadikan tempat kuliner," imbuhnya.

Baca juga: Rumah Tak Bisa Dijangkau Ambulans, Pasien Stroke di Barru Ditandu Damkar Lewat Sawah untuk Berobat

Ketua GP Ansor Wajo, Muh Ihwan menyebut tema "Dari Tradisi Menuju Inovasi" dipilih untuk mendorong konsolidasi organisasi kebudayaan dan pemuda. Festival ini diharapkan menjadi ruang kreatif sekaligus menjaga nilai tradisi Bugis.

"Kami dari Ansor siap berpartisipasi dan meramaikan kawasan rumah adat Atakkae ini bersama organisasi-organisasi pemuda lainnya," tegasnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Humas Pemkab Wajo

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

GP Ansor Wajo Gelar Festival Budaya Saoraja Latenribali 2025, Lestarikan Tradisi Lokal Lewat Inovasi Modern

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!