Jumat, 04 JULI 2025 • 18:24 WIB

Menbud Fadli Zon Buka Festival Gau' Maraja Leang-Leang 2025: Perayaan Budaya dalam Bingkai HUT Maros ke-66

Author

Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon membuka Festival Gau' Maraja Leang-Leang 2025. (Dok. Kemenbud)

SULSEL - Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Fadli Zon, secara resmi membuka Festival Gau’ Maraja Leang-Leang 2025 yang berlangsung di Lapangan Pallantikang, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan. Acara megah ini bertepatan dengan Hari Ulang Tahun ke-66 Kabupaten Maros.

Dalam sambutannya, Fadli Zon menekankan posisi strategis Maros sebagai salah satu pusat peradaban manusia tertua di dunia. Menurutnya, festival ini menjadi momentum penting untuk mengenalkan kekayaan budaya Indonesia ke kancah internasional.

Fadli menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan Gau’ Maraja. Ia juga mengucapkan selamat atas hari jadi Kabupaten Maros yang ke-66.

“Peringatan hari jadi ini dirangkai dengan festival besar yang penuh makna,” ujar Fadli Zon.

Festival Gau’ Maraja tahun ini mengangkat tema Leang-Leang Goes to Megadiversity, yang menurut Fadli bukan sekadar slogan. Tema tersebut mencerminkan identitas Indonesia sebagai negara kaya budaya dan keanekaragaman hayati.

Baca juga: Kejuaraan Domino Nasional Digelar Perdana di Sulsel, Angkat Tradisi Budaya dan Kearifan Lokal

“Leang-Leang bukan hanya taman arkeologi satu-satunya di Sulawesi Selatan, tapi juga saksi jejak panjang sejarah manusia,” tegasnya. Fadli menjelaskan bahwa kawasan ini menyimpan warisan budaya berusia puluhan ribu tahun.

Ia mencontohkan penemuan lukisan purba tertua di dunia di Leang Karampuang. Lukisan tersebut diperkirakan berusia lebih dari 51 ribu tahun.

“Warisan budaya ini membuktikan bahwa peradaban tertua bukan hanya milik benua lain, tetapi lahir dari Maros, Indonesia,” tutur Fadli.

Fadli menyampaikan bahwa kunjungannya kali ini merupakan kunjungan keduanya ke Maros. Ia meegaskan kekayaan arkeologis Maros sebagai kebanggaan bangsa yang harus dijaga bersama.

Fadli juga menekankan pentingnya kebudayaan sebagai pilar pembangunan nasional. Ia menyebut Presiden Prabowo Subianto telah menempatkan kebudayaan dalam Astacita ke-8 sebagai fondasi identitas bangsa.

Baca juga: Crazy Rich Gowa DPO Kasus Korupsi Irigasi Rp10,2 M di Nabire Ditangkap di Makassar

“Kita perlu mengokohkan jati diri di tengah arus globalisasi yang kian deras,” kata Fadli. Menurutnya, Maros memiliki potensi besar menjadi pusat kebudayaan dunia.

Bupati Maros, Chaidir Syam, dalam sambutannya mengungkapkan rasa bangga atas penyelenggaraan festival ini. Ia menyebut kegiatan tersebut dirancang untuk menampilkan kekayaan budaya lokal secara kolaboratif.

Festival Gau’ Maraja digelar selama 3 hari 3 malam, mulai 3 hingga 5 Juli 2025. Beragam pertunjukan budaya dan kegiatan edukasi turut meramaikan agenda festival.

Rangkaian acara meliputi simposium internasional, pameran bilah pusaka, pentas teater purba, keroncong Svaranusa, hingga instalasi cahaya di kawasan Leang-Leang. Tak ketinggalan pentas kolosal yang melibatkan ratusan pelajar se-Kabupaten Maros.

Acara pembukaan dimeriahkan penampilan tari Kolosal Bate bertajuk “Jejak Peradaban” oleh 300 siswa SD hingga SMA. Ribuan warga tumpah ruah memadati Lapangan Pallantikang menyaksikan kemegahan perayaan budaya ini.

Festival Gau’ Maraja diharapkan menjadi tonggak baru dalam mempromosikan Maros sebagai destinasi budaya dan arkeologi kelas dunia.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Kemenbud.go.id

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU