Ilustrasi perut kembung. (Foto: Freepik)
SULSEL - Perut kembung saat puasa sering membuat ibadah terasa kurang nyaman, terutama ketika harus berdiri lama saat shalat. Kondisi ini umumnya dipicu oleh gas berlebih di saluran pencernaan akibat perubahan pola makan selama Ramadan.
Saat puasa, jadwal makan berubah drastis menjadi hanya dua kali utama, yakni saat sahur dan berbuka. Perubahan ini dapat memengaruhi sistem cerna dan memicu produksi gas jika tidak diatur dengan tepat.
Menurut penjelasan medis dari Mayo Clinic, gas dalam perut terbentuk akibat udara yang tertelan dan proses fermentasi makanan di usus besar. Gas yang menumpuk dapat menyebabkan sensasi penuh, begah, hingga sering buang angin.
Kondisi ini sebenarnya normal, namun bisa menjadi mengganggu jika terjadi berlebihan. Apalagi saat puasa, tubuh juga mengalami perubahan metabolisme yang memengaruhi kerja lambung dan usus.
Baca juga: Sering Kentut Kecil Saat Shalat Tarawih? Ini Cara Mengatasinya Agar Ibadah Tetap Sah
Salah satu penyebab utama adalah makan terlalu cepat saat berbuka. Kebiasaan ini membuat lebih banyak udara tertelan sehingga meningkatkan produksi gas.
Mengonsumsi minuman bersoda saat berbuka juga memperparah kembung. Kandungan karbonasi langsung menambah jumlah gas di dalam lambung.
Selain itu, makanan tinggi lemak dan gorengan dapat memperlambat proses pengosongan lambung. Akibatnya, makanan bertahan lebih lama dan menghasilkan lebih banyak gas.
Makanan seperti kol, sawi, kacang-kacangan, dan produk susu tertentu juga dikenal sebagai pemicu gas. Beberapa orang bahkan memiliki intoleransi laktosa yang membuat perut mudah kembung setelah mengonsumsi susu.
Menurut Cleveland Clinic, stres dan kecemasan juga dapat memperburuk gangguan pencernaan. Saat berpuasa, kurang tidur dan perubahan aktivitas bisa memengaruhi kondisi ini.
Baca juga: Hukum Kentut Kecil Saat Shalat: Antara Was-was dan Batal, Ini Penjelasan Lengkapnya
Mulailah berbuka dengan porsi kecil dan makanan ringan seperti kurma dan air putih. Hindari langsung menyantap makanan berat dalam jumlah besar.
Berikan jeda beberapa menit sebelum makan utama. Cara ini membantu lambung beradaptasi dan mengurangi risiko kembung.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: