Kamis, 30 APRIL 2026 • 08:10 WIB

Pemprov Sulsel Pastikan Gaji Marbot Masjid 99 Kubah Makassar Lancar Tanpa Tunggakan

Author

Masjid Kubah 99 Asmaul Husnah di kawasan CPI, Makassar. (Foto: Dok. Pemprov Sulsel)

SULSEL - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Selatan memastikan pembayaran gaji marbot di Masjid Kubah 99 Asmaul Husnah Makassar tetap berjalan lancar. Penegasan ini sekaligus merespons isu keterlambatan pembayaran yang sempat beredar di publik.

Melalui UPTD Pengelolaan Kawasan Center Point of Indonesia (CPI), Pemprov menegaskan sistem pembayaran dilakukan sesuai mekanisme operasional yang berlaku. Skema tersebut berbasis kinerja bulanan dan tidak mengalami tunggakan.

"Selama ini gaji tetap terbayarkan. Lancar dan tidak ada tunggakan," ujar Kepala UPTD CPI, Andi Amiduddin Sangkawana dalam keterangannya, Rabu (29/4/2026).

Ia menjelaskan pola pembayaran mirip TPP ASN, di mana pekerjaan diselesaikan terlebih dahulu baru dibayarkan pada bulan berikutnya. Sistem ini memastikan alur pembayaran tetap terjadwal secara konsisten.

Baca juga: Pemprov Sulsel Klarifikasi Isu Satgas Demo, Tegaskan Bukan untuk Bungkam Kritik

Selain itu, pada akhir tahun anggaran, marbot bahkan menerima pembayaran dua kali dalam satu bulan. Hal tersebut mencakup gaji November yang dibayarkan awal Desember dan gaji Desember di akhir bulan yang sama.

Pengelolaan tenaga marbot dilakukan melalui skema kontrak swakelola berbasis Surat Perintah Kerja (SPK). Mekanisme ini terhubung dengan perangkat daerah terkait, yakni Dinas Sumber Daya Air, Cipta Karya, dan Tata Ruang.

Dari sisi anggaran, jumlah marbot tercatat sebanyak 19 orang dengan alokasi sekitar Rp894 juta untuk satu tahun. Besaran gaji yang diterima mengacu pada Upah Minimum Provinsi (UMP).

Di lapangan, kepastian pembayaran juga diakui langsung oleh tenaga marbot. Salah satu marbot, Muhammad Sulhamdi, menyebut gaji diterima secara rutin meski sempat ada penyesuaian di awal tahun.

Baca juga: Bantah Isu Perusahaan Israel Investasi di Luwu Utara, Gubernur Sulsel: Provinsi Tak Akan Beri Izin

"Alhamdulillah untuk gaji tidak ada masalah. Awal tahun memang sempat dibayar dua bulan sekaligus, setelah itu lancar terus," tuturnya.

Ia mengaku telah bekerja hampir empat tahun dan tidak pernah mengalami kendala serius dalam pembayaran. Kondisi tersebut memperkuat klaim bahwa sistem berjalan stabil.

"Sudah hampir empat tahun kami bekerja, dan sejauh ini pembayarannya lancar," katanya.

Pemprov Sulsel menegaskan marbot memiliki peran penting dalam menjaga operasional rumah ibadah. Karena itu, keberlanjutan pembayaran dan kesejahteraan mereka tetap menjadi prioritas pemerintah daerah.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Humas Pemprov Sulsel

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU