Rabu, 29 APRIL 2026 • 01:39 WIB

Pelaut Asal Gowa Disandera di Somalia, Pemprov Sulsel Bergerak Cepat

Author

Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Sulsel mengunjungi keluarga kapten kapal tanker korban penyanderaan perompak Somalia. (Foto: Dok. Pemprov Sulsel)

SULSEL - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Selatan bergerak cepat merespons kasus penyanderaan pelaut asal Kabupaten Gowa di perairan Somalia dengan memperkuat koordinasi bersama pemerintah pusat. Upaya ini dilakukan untuk memastikan keselamatan korban sekaligus memberikan pendampingan kepada keluarga.

Korban diketahui bernama Kapten Ashari Samadikun (33) yang disandera saat menakhodai kapal tanker Honour 25 berbendera Uni Emirat Arab. Ia dilaporkan menjadi korban sejak pelayaran dari Oman pada Selasa (21/4/2026).

Atas arahan Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman, Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi langsung mengunjungi keluarga korban di Dusun Moncongloe, Desa Paccellekang, Kecamatan Pattalassang, Gowa, Senin (27/4) malam. Kunjungan ini menjadi bagian dari langkah cepat pemerintah dalam memberikan dukungan langsung.

Gubernur memastikan pihaknya telah menghubungkan keluarga korban dengan Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) dan Kementerian Luar Negeri. Koordinasi tersebut terus dipantau untuk mendapatkan perkembangan terbaru.

Baca juga: Penumpang Kapal Tujuan Parepare Loncat ke Laut usai Kesurupan, Nelayan Jadi Penyelamat

"Kami telah menyambungkan keluarga korban dengan pihak Kementerian P2MI dan Kementerian Luar Negeri. Ini terus kami monitor perkembangannya," ujar Andi Sudirman dalam keterangannya, Selasa (28/4/2026).

Melalui fasilitasi pemerintah daerah, keluarga korban juga dapat berkomunikasi langsung dengan Wakil Menteri P2MI. Langkah ini dilakukan untuk memberikan kejelasan informasi sekaligus menenangkan pihak keluarga.

Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Sulsel, Jayadi Nas, menyebut kunjungan tersebut bertujuan memastikan pendampingan berjalan optimal. Ia menegaskan koordinasi lintas instansi terus diperkuat untuk mencari solusi terbaik.

Baca juga: Nelayan Pemilik Kapal Berlayar Tanpa Awak di Pangkep Ditemukan Tewas

"Semalam kami berkunjung ke kediaman keluarga korban dan langsung menyambungkan komunikasi dengan Wakil Menteri," jelasnya.

Berdasarkan informasi keluarga, korban telah disandera selama sekitar sepekan bersama 17 awak kapal lainnya. Empat di antaranya merupakan warga negara Indonesia, termasuk satu orang asal Sulsel.

Meski berada dalam situasi penyanderaan, korban dilaporkan masih dapat berkomunikasi dengan keluarga dan dalam kondisi selamat. Namun, kasus ini tetap menjadi perhatian serius pemerintah melalui jalur diplomasi internasional.

Pemprov Sulsel mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan menunggu informasi resmi. Sementara itu, keluarga korban terus berharap dan berdoa agar proses pembebasan dapat segera terwujud.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Humas Pemprov Sulsel

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU