Jumat, 24 APRIL 2026 • 08:50 WIB

Pemprov Sulsel Perkuat Sinergi Lawan Narkoba, Program BERSINAR Digenjot

Author

Sekda Provinsi Jufri Rahman memimpin rapat koordinasi program P4GN di Kantor Gubernur Sulsel. (Foto: Dok. Pemprov Sulsel)

SULSEL - Penguatan kolaborasi lintas sektor menjadi fokus utama Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Selatan dalam menekan penyalahgunaan dan peredaran narkoba. Upaya ini dinilai krusial untuk melindungi kualitas sumber daya manusia sekaligus menjaga stabilitas sosial dan ekonomi daerah.

Komitmen tersebut ditegaskan Sekretaris Daerah (Sekda) Sulsel Jufri Rahman saat membuka Rapat Koordinasi Program P4GN di Kantor Gubernur Sulsel, Kamis (23/4/2026). Forum ini menjadi langkah strategis menyatukan arah kebijakan antara pemerintah dan pemangku kepentingan.

Menurut Jufri, ancaman narkotika tidak hanya merusak individu, tetapi juga berdampak luas pada produktivitas tenaga kerja dan integritas aparatur. Kondisi ini berpotensi melemahkan daya saing pembangunan jika tidak ditangani secara serius.

Dalam konteks itu, Program BERSINAR (Bersih Narkoba) ditegaskan sebagai gerakan nyata yang harus dijalankan secara terstruktur dan berkelanjutan. Program ini diarahkan untuk menciptakan lingkungan kerja yang sehat, aman, dan bebas dari narkoba.

Baca juga: 2 ASN Toraja Utara Terjaring Razia BNN Positif Narkoba

"Melalui rapat koordinasi ini, saya berharap komitmen pimpinan instansi dalam mengimplementasikan kebijakan pencegahan narkoba dapat diperkuat," ujar Jufri.

Ia menekankan perlunya langkah konkret seperti penguatan regulasi internal, sosialisasi masif, serta sistem pengawasan yang efektif. Upaya ini harus berjalan beriringan agar program tidak sekadar menjadi agenda formalitas.

Selain itu, peningkatan kapasitas sumber daya manusia juga menjadi perhatian utama. Edukasi dan pelatihan dinilai penting agar setiap individu mampu menjadi agen perubahan di lingkungannya.

Jufri juga mendorong penguatan sistem deteksi dini dan rehabilitasi bagi pegawai yang terindikasi penyalahgunaan narkotika. Pendekatan yang digunakan harus humanis namun tetap tegas dan berintegritas.

Baca juga: 3 Oknum Polisi di Bone Dipecat usai Terbukti Narkoba, Sempat Banding Tapi Ditolak

Empat langkah utama yang ditekankan meliputi komitmen institusi, penguatan regulasi, peningkatan kapasitas SDM, serta deteksi dini dan rehabilitasi. Strategi ini diharapkan menjadi fondasi implementasi P4GN yang lebih terukur.

"Kita harus menyadari bahwa melawan narkotika bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi tanggung jawab bersama," tegasnya.

Rapat koordinasi ini juga menjadi ruang sinkronisasi antara pemerintah daerah, BNN, dan berbagai pihak terkait. Kolaborasi tersebut dinilai penting untuk memastikan program berjalan efektif dan berkelanjutan.

Jufri mengajak seluruh peserta menjadikan forum ini sebagai titik awal aksi nyata di masing-masing instansi. Ia berharap setiap kebijakan yang dihasilkan mampu memberi dampak langsung bagi masyarakat.

"Saya mengajak seluruh peserta untuk merumuskan langkah inovatif yang implementatif dan berdampak nyata bagi Sulawesi Selatan," tandasnya.

Penguatan pendekatan preventif dinilai semakin penting seiring meningkatnya kompleksitas persoalan narkotika. Pemerintah menargetkan terciptanya lingkungan yang bersih dari narkoba melalui kerja sama lintas sektor yang konsisten.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Humas Pemprov Sulsel

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU