Sabtu, 07 MARET 2026 • 13:15 WIB

Investor Asal China Dianiaya Warga Saat Survei Lokasi Tambang Emas di Enrekang

Author

Pria inisial C perwakilan investor asal China dianiaya saat cek lokasi tambang emas di Enrekang. (Foto: Dok. Istimewa)

SULSEL - Seorang pria inisial C warga negara asing (WNA) asal China menjadi korban penganiayaan saat meninjau lokasi rencana tambang emas di Kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan. Insiden tersebut juga melibatkan seorang perempuan yang mendampingi korban.

Kapolres Enrekang, Hari Budiyanto mengatakan, pihaknya telah menerima laporan terkait dugaan penganiayaan terhadap dua orang tersebut. Kedua korban diketahui merupakan perwakilan investor yang datang untuk melakukan peninjauan lapangan.

"Kami sudah menerima laporan seorang WNA asal China yang menjadi korban penganiayaan bersama seorang rekannya perempuan. Jadi ada dua korban semuanya," ujar Hari, Sabtu (7/3/2026).

Peristiwa itu terjadi pada Jumat (6/3/2026) sore di Kecamatan Cendana, Kabupaten Enrekang. Saat itu korban datang ke lokasi untuk mengambil sampel di area yang direncanakan menjadi kawasan eksplorasi tambang emas.

Baca juga: Polemik Pembangunan Markas Yon TP 872 di Luwu Utara, Pemprov Sulsel Tegaskan Lahan Sah Milik Daerah

Korban diketahui merupakan perwakilan dari perusahaan CV Hadaf Karya Mandiri. Mereka datang bersama beberapa tokoh masyarakat setempat untuk meninjau kondisi lokasi.

Namun, saat berada di area tersebut, korban diduga dihadang oleh sekelompok warga yang menolak aktivitas pertambangan. Situasi kemudian memanas hingga berujung pada aksi penganiayaan.

Polisi mengaku tidak menerima pemberitahuan sebelumnya terkait kunjungan tersebut. Menurut Hari, pihaknya sebenarnya telah menyarankan agar kegiatan survei dilakukan dengan pendampingan aparat keamanan.

"Kami sempat menyampaikan agar ada pendampingan. Mereka bilang akan melapor, tetapi ternyata langsung ke lokasi," jelasnya.

Baca juga: Investasi Sulsel Melonjak 39 Persen di 2025, Tembus Rp19,5 Triliun dan Serap Ribuan Tenaga Kerja

Setelah menerima informasi kejadian, aparat kepolisian segera menuju lokasi untuk mengevakuasi korban. Kedua korban kemudian dibawa ke RSUD Massenrempulu untuk mendapatkan perawatan medis.

Polisi memastikan kondisi korban telah ditangani oleh tim medis. Sementara itu, penyelidikan masih dilakukan untuk mengungkap pihak yang terlibat dalam penganiayaan tersebut.

"Kami langsung arahkan anggota ke lokasi untuk mengamankan korban. Saat ini kasusnya masih dalam proses penyelidikan," kata Hari.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU