Minggu, 25 JANUARI 2026 • 12:20 WIB

4 Anggota Geng Motor Ditangkap usai Keroyok Sejoli Berbocengan di Makassar, Motor Korban Dirusak

Author

Empat remaja anggota geng motor ditangkap polisi usai menganiaya sejoli di Jalan Metro Tanjung Bunga Makassar. (Foto: Dok. Istimewa)

SULSEL - Empat anggota geng motor diringkus polisi usai mengeroyok remaja pria yang sedang berboncengan dengan pacarnya di Kota Makassar, Sulawesi Selatan. Aksi brutal itu juga disertai perusakan sepeda motor korban hingga menuai perhatian publik.

"Kami dari Unit Jatanras berhasil mengamankan empat terduga pelaku perusakan dan penganiayaan secara bersama-sama atau pengeroyokan," ujar Kanit Jatanras Satreskrim Polrestabes Makassar AKP Hamka, Minggu (25/1/2026).

Peristiwa pengeroyokan tersebut terjadi pada awal Januari 2026 di Jalan Metro Tanjung Bunga, Makassar. Setelah melakukan serangkaian penyelidikan, polisi berhasil menangkap keempat pelaku di wilayah Makassar pada Sabtu (24/1).

"Saat ini masih kami lakukan interogasi mendalam terkait peran masing-masing di TKP," katanya.

Baca juga: Pengendara Ojol Tewas Kecelakaan usai Disenggol Bus di Jalan Urip Sumoharjo Makassar

Hamka mengungkapkan, kekerasan yang dilakukan para pelaku tidak hanya menyasar korban, tetapi juga sepeda motor yang dikendarainya. Salah satu pelaku diduga secara sengaja menginjak-injak motor korban hingga mengalami kerusakan.

"Ada pelaku yang melakukan pengrusakan sepeda motor dengan cara menginjak-injak, sementara pelaku kekerasan lainnya masih kami dalami," beber Hamka.

Ia menyebut, aksi perusakan tersebut terekam dalam video amatir yang beredar luas. Rekaman itu menjadi petunjuk penting bagi polisi dalam mengidentifikasi dan menangkap para pelaku.

"Berdasarkan tangkapan video amatir, terlihat jelas seorang pelaku yang kami amankan melakukan perusakan terhadap sepeda motor korban," terangnya.

Baca juga: Pemuda Asal Takalar Dikeroyok di Gowa karena Dikira Geng Motor, 1 Pelaku Ditangkap

Hamka menambahkan, keempat pelaku merupakan satu komplotan dan masih berusia remaja. Akibat pengeroyokan itu, korban mengalami luka memar di wajah serta nyeri di bagian punggung.

"Korban mengalami memar di sekitar wajah dan merasakan sakit di bagian punggung belakang," tuturnya.

Terkait motif, polisi menduga aksi kekerasan dipicu oleh kesalahpahaman di lokasi kejadian. Namun, penyidik masih mendalami keterangan para pelaku untuk memastikan pemicu utama insiden tersebut.

"Motifnya sementara karena kesalahpahaman di lokasi kejadian yang kemudian diiringi dengan aksi kekerasan," pungkas Hamka.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU