SULSEL - Jenazah Co-Pilot pesawat ATR 42-500 PK-THT, Farhan Gunawan, dikebumikan di Pemakaman Darussalam Valley, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan. Suasana haru menyelimuti prosesi pemakaman korban kecelakaan udara di Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep tersebut.
Tangis keluarga pecah saat jenazah Farhan diturunkan ke liang lahat, Minggu (25/1/2026) sekitar pukul 10.00 WITA. Sejumlah pelayat berbaju hitam turut mengiringi kepergian almarhum ke tempat peristirahatan terakhirnya.
Cuaca yang semula terik perlahan berubah mendung menjelang prosesi pemakaman selesai. Sebuah tenda berwarna hijau tampak berdiri tepat di atas pusara Farhan.
Isak tangis kembali terdengar saat seorang ustaz memimpin doa penutup pemakaman. Suasana semakin haru ketika doa usai dan keluarga memanjatkan doa terakhir.
Baca juga: Polres Maros Kawal Proses Evakuasi Korban Pesawat ATR 42-500 dari Bulusaraung
Ibu Farhan terlihat duduk di dekat nisan sambil menangis usai prosesi pemakaman. Seorang kerabat tampak memegang foto Farhan saat keluarga mengenang kepergiannya.
Diketahui, operasi pencarian dan pertolongan pesawat ATR 42-500 resmi dihentikan pada Jumat (23/1). Seluruh 10 korban kecelakaan udara tersebut telah ditemukan.
Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri memastikan seluruh korban berhasil diidentifikasi. Hasil identifikasi dinyatakan sesuai dengan data manifes pesawat milik Indonesia Air Transport (IAT).
"Hasil identifikasi berdasarkan pemeriksaan yang dilaksanakan oleh tim DVI, 10 korban sudah bisa diidentifikasi berdasarkan jumlah yang terdapat di manifes," kata Kapolda Sulsel, Irjen Djuhandhani Rahardjo Puro dalam konferensi pers, Sabtu (24/1).
Baca juga: Black Box ATR 42-500 Diserahkan ke KNKT, Misteri Jatuhnya Pesawat di Bulusaraung Segera Terungkap
Berdasarkan data manifes, pesawat tersebut membawa tujuh kru dan tiga penumpang. Dua kru merupakan Pilot Captain Andi Dahanto dan Co-Pilot Farhan Gunawan.
Kru lainnya terdiri dari Flight Operation Officer (FOO) Hariadi, dua Engineer on Board (EOB) Resti Ad dan Dwi Murdiono, serta dua pramugari Florencia Lolita dan Esther Aprilita. Sementara tiga penumpang yakni Deden Maulana, Ferry Irawan, dan Yoga Naufal yang merupakan pegawai KKP.
"Kemudian dari satu pack lagi yang dievakuasi, yaitu berisi tulang, juga bisa dibuktikan itu adalah bagian tubuh dari salah satu korban yang 10," imbuhnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan