Minggu, 07 DESEMBER 2025 • 19:40 WIB

Pemprov Sulsel Bangun 1.657 Apartemen Ikan, Produksi Ikan Diproyeksi Tembus 596 Ton per Tahun

Author

Pembangunan apartemen ikan di salah satu titik kawasan laut. (Foto: Dok. Pemprov Sulsel)

SULSEL - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Selatan memperkuat sektor kelautan dengan membangun 1.657 unit apartemen ikan sepanjang tahun 2025. Program ini menjadi dorongan besar bagi pengembangan kawasan perikanan rakyat dan peningkatan ekonomi pesisir.

Seluruh unit apartemen ikan ditempatkan di 13 titik strategis, mulai dari Makassar hingga Luwu Timur dan Palopo. Total luasan kawasan yang dikelola mencapai sekitar 11 hektare di wilayah pesisir Sulsel.

Setiap lokasi memiliki karakteristik berbeda, seperti potensi ekologi tinggi di Pulau Panikiang, Sinjai, dan Selayar. Sementara Pangkep, Takalar, dan Makassar difokuskan pada peningkatan produktivitas nelayan setempat.

Program ini merupakan salah satu terobosan era Gubernur Andi Sudirman Sulaiman dan Wakil Gubernur Fatmawati Rusdi. Kebijakan tersebut menjadi bagian dari pendekatan ekonomi biru yang menggabungkan pemulihan laut dengan peningkatan kesejahteraan nelayan.

Inisiatif ini juga sejalan dengan program ekonomi biru Presiden Prabowo Subianto. Apartemen ikan berfungsi sebagai rumah buatan untuk tempat berkumpul, bertelur, dan berkembang biak, sehingga mampu menambah densitas ikan di perairan sekitar.

Baca juga: Anggota DPRD Sulsel Haslinda Meninggal Dunia, PKS Sulsel Kehilangan Figur Berdedikasi

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Sulsel, M. Ilyas, menyebutkan bahwa apartemen ikan terbukti mempercepat proses penangkapan. Ia menegaskan bahwa nelayan kini lebih hemat BBM dan dapat meningkatkan pendapatan harian.

"Apartemen ikan ini mempersingkat waktu nelayan untuk mencari ikan. Dengan titik-titik baru yang produktif, nelayan bisa menghemat BBM, menekan biaya operasional, dan meningkatkan pendapatan," ujarnya, Minggu (7/12/2025).

Selain meningkatkan tangkapan, apartemen ikan membantu menekan eksploitasi di area sensitif seperti terumbu karang alami. Upaya ini sekaligus menjaga keseimbangan ekosistem laut jangka panjang.

Seluruh modul dipasang melalui analisis oseanografi ketat, termasuk kedalaman, arus, dan substrat dasar perairan. Desainnya memungkinkan biota laut menjadikan struktur tersebut sebagai tempat pembesaran dan perlindungan, sehingga memperkaya biodiversitas.

Produksi apartemen ikan diproyeksikan mencapai 40-90 kilogram per modul setiap bulan. Jika dihitung setahun, seluruh modul mampu menghasilkan sekitar 596 ton ikan dengan nilai ekonomi lebih dari Rp20,9 miliar.

Baca juga: Satreskrim Polres Selayar Berbagi Sembako untuk Warga Kurang Mampu di Momen HUT Reserse ke-78

Ilyas menjelaskan bahwa umur pakai apartemen ikan mencapai 7-15 tahun, sehingga nilai manfaat jangka panjangnya sangat besar. Perhitungan menunjukkan bahwa dalam 5 hingga 10 tahun, program ini berpotensi menghasilkan nilai ekonomi hingga Rp208,7 miliar.

Pembangunan apartemen ikan menjadi bagian penting dalam Roadmap Ekonomi Biru Sulsel 2025-2045. Peta jalan ini menempatkan pemulihan ekosistem dan kesejahteraan nelayan sebagai prioritas utama pembangunan sektor kelautan.

Pada tahun 2026, DKP Sulsel akan memperkuat pendampingan pemanfaatan dan pemeliharaan apartemen ikan. Ilyas memastikan pengawasan dilakukan bersama Pokmaswas, pemerintah daerah, dan komunitas untuk menjamin keberlanjutan manfaat.

Program ini telah memberi dampak langsung bagi nelayan kecil di berbagai daerah. Banyak nelayan kini dapat menangkap ikan lebih dekat dari garis pantai, sehingga risiko cuaca buruk dan biaya operasional dapat ditekan.

"Dulu kami harus melaut jauh dan lama untuk mencari ikan. Sekarang lebih cepat dapat ikan, dan ongkos BBM berkurang banyak," ujar Abdul Gaffar, nelayan dari Bulukumba.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Sulselprov.go.id

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU