Kamis, 09 JULI 2026 • 15:26 WIB

Potensi Besar! Ini Deretan Hasil Bumi dan Komoditas Utama Sulawesi Selatan, Kopinya Diakui Kelas Dunia

Author

Ilustrasi gambar komoditas utama di Sulawesi Selatan (Gemini AI)

SULSEL -Berbicara mengenai Sulawesi Selatan seolah tak pernah ada habisnya. Tak hanya dilihat dari sisi keindahan alamnya saja, akan tetapi hasil bumi dan komoditas utama menarik untuk dikulik.

Sulawesi Selatan, salah satu provinsi yang berada di Pulau Sumatera ini memiliki banyak daerah dengan hasil bumi melimpah yang menjadi komoditas utama dengan nilai ekonomi yang tinggi, diperdagangkan secara luas, dan berpotensi besar dalam bisnis perdagangan ekspor dan impor.

Jenis-jenis komoditas utama yang dihasilkan di Sulawesi Selatan sangat beragam, dimulai dari pertanian, perkebunan, peternakan, hinga pertambangan dan energi.

Hasil bumi di daerah ini jadi unggulan, bahkan kopi termasuk dalam peringkat 10 besar di dunia. Sektor perikanan ada banyak ikan segar dan potensi unggulan rumput laut di daerah ini.

Baca juga: Dari Pertanian hingga Peternakan: Ini Sumber Penghasilan Utama Penduduk Sulawesi Selatan

Letak geografis yang strategis, kondisi alam yang sangat subur, curah hujan yang pas, lahan dataran tinggi serta dukungan pemerintah setempat membuat komoditas utama di Sulawesi Selatan memberikan kontribusi sangat besar bagi ekonomi daerahnya maupun pasar ekspor.

Bahkan, beberapa hasil pangan di Sulawesi Selatan dari beberapa daerah di Sulawesi Selatan menghasilkan produk yang banyak dan surplus untuk memasok kebutuhan pangan nasional.

Dari pada penasaran, berikut di bawah ini tersaji deretan hasil bumi dan komoditas utama di Sulawesi Selatan, potensi besar menghasilkan banyak cuan.

Dirangkum dari berbagai sumber berikut ulasan selengkapnya di bawah ini.

Deretan Hasil Bumi dan Komoditas Utama Sulawesi Selatan

Provinsi Sulawesi Selatan merupakan salah satu wilayah terbesar di Pulau Sulawesi. Beberapa daerah jadi pusat pangan, peternakan, perikanan yang menjadi lumbung pangan nasional.

Wilayah ini memiliki luas 45.764,53 km persegi ini dihuni oleh 8.190.222 jiwa berdasarkan hasil sensus BPS pada tahun 2015.

Iklim di Sulsel termasuk tropis basah, suhu udara di sana rata-rata 26,8 derajat celcius dengan kelembaban 81,9 derajat celcius.

Baca juga: Sulsel Kokoh di Puncak Literasi Nasional, Perpustakaan Bertransformasi Hadapi Era AI

Sedangkan curah hujan rata-rata 289 mm3 dengan rata-rata hari hujannya 159 hari dengan kecepatan angin 4 knots, tekanan udara 1011 mb.

Jenis dan struktur tanah terdiri dari tanah vulkanis di bagian selatan dan sedimentasi serta alluvial di bagian tengah dan utara dengan beberapa variasi.

Keadaan tanah relatif subur terutama di wilayah Sulawesi Selatan, sehingga banyak kegiatan pertanian, terutama pertanian pangan.

1.       Hasil Perkebunan Kopi dan Teh di Kabupaten Gowa

Kabupaten Gowa memiliki lahan datar rendah dengan potensi besar untuk mengembangkan berbagai tanaman perkebunan.

Jenis-jenis komoditas yang menonjol di wilayah ini antara lain kelapa dalam, kelapa hibrida, tebu, kapas.

Sedangkan dataran tinggi Kabupaten Gowa, terutama wilayah  Tinggimoncong dan Tompobulu komoditas yang mendominasi antara lain kopi arabika dan teh.

2.       Hasil Perikanan di Kecamatan Lumajang

Kabupaten Bulukumba terkenal dengan nama “Bumi Panrita Lopi”, masyarakat setempat memiliki keahlian dalam sektor perikanan.

Sektor perikanan terpusat di Kecamatan Kajang. Hasil perikanan masyarakat Kanjan berupa ikan, dari ukuran kecil, ukuran sedang, hingga ukuran besar.

Hasil perikanan ini biasanya dijual atau diekspor hingga ke kota Makassar dan bisa sampai ke luar Sulawesi.

Kecamatan Kajang pernah menunjukan potensi kelautan yang besar pada tahun 2015. Nilai produksi perikanan tangkap secara keseluruhan mencapai triliunan rupiah.

Hal ini berkat dukungan dari pemerintah setempat serta fasilitas pendukung di Kecamatan Kajang.

Baca juga: Seleksi Sekda Luwu Masuk Tahap Krusial, Empat Pejabat Adu Kompetensi di Makassar

3.       Hasil Peternakan Unggas dan Sapi Potong di Kabupaten Sindenreng Rappang

Kabupaten Sidenreng Rappang dikenal sebagai salah satu sentra pertanian dan peternakan nasional. Dengan kondisi geografis yang mendukung dan tradisi agraris yang kuat, Sidrap berkembang menjadi produsen utama berbagai komoditas peternakan, khususnya unggas dan sapi potong.

Kondisi topografi yang bervariasi antara dataran rendah dan perbukitan, serta iklim dengan pola muson yang jelas sangat mendukung pengembangan pertanian dan peternakan.

Ketersediaan lahan, air, dan sumber pakan alami yang melimpah sepanjang tahun, menjadikan sektor pertanian jadi tulang punggung ekonomi daerah.

4.       Hasil Pangan Padi di Tana Toraja

Penanaman padi banyak dilakukan di wilayah dataran tinggi seperti Tana Toraja. Kabupaten Tana Toraja menghasilkan padi lokal seperti pare bau, pare lea, pare lalado, pare rogon.

Tana Toraja bisa dibilang penghasil beras terbaik, kadar protein rendah cenderung menghasilkan nasi yang pulen. Hal ini juga dipengaruhi oleh kandungan nitrogen di tanah dan proses penggilangan yang baik.

5.       Hasil Bumi Pertambangan dan Energi di Sulawesi Selatan

Baca juga: Pemprov Sulsel Gelar Upacara Harkitnas 2026 di TMP Panaikang Makassar, Tegaskan Semangat Nasionalisme Tak Boleh Luntur

Sektor pertambangan dan energi Sulawesi Selatan terdapat emas, mangaan, pasir besi, granit, timah hitam dan nikel. Serta masih banyak cadangan minyak bumi yang belum di garap.

Sebagai informasi tambahan, ada banyak hasil pangan yang dihasilkan daerah ini selain padi, ada jagung, kacang tanah, kacang hijau, kedelai dan ubi jalar.

Dari sektor perkebunan selain kopi, ada cacao, vanili, tebu, karet, kelapa sawit, lada, dan lain sebagainya.

 

 

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: INews, Id.wikibooks.org

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU