SULSEL - Pengusaha sekaligus influencer Fenny Frans mengajak masyarakat Sulawesi Selatan segera membayar pajak kendaraan bermotor sebagai kontribusi nyata terhadap pembangunan daerah. Ia menegaskan, kepatuhan pajak berperan langsung dalam peningkatan layanan publik dan infrastruktur.
Ajakan itu disampaikan saat Fenny mengunjungi Samsat Makassar di Jalan Andi Mappanyukki, Rabu (20/5/2026). Kehadirannya dilakukan usai menunaikan kewajiban pajak kendaraan sebagai bagian dari edukasi publik.
Melalui video yang diunggah di media sosial, Fenny menyoroti kemudahan pembayaran pajak saat ini. Ia menyebut masyarakat dapat memanfaatkan layanan digital hingga kanal elektronik yang semakin mudah diakses.
"Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Saya Fenny Frans ingin mengingatkan masyarakat yang memiliki kendaraan dan masih menunggak pajak agar segera melakukan pembayaran," ujarnya.
Baca juga: Mobil Mewah Terjaring Operasi Patuh di Makassar, Kedapatan Nunggak Pajak hingga Rp39 Juta
Ia menekankan pentingnya membangun kesadaran kolektif untuk taat pajak. Menurutnya, langkah sederhana itu berdampak besar bagi keberlangsungan pembangunan daerah.
"Jadi edukasi kepada masyarakat untuk selalu membayar pajak tepat waktu," kata pemilik brand skincare FF tersebut.
Fenny menjelaskan, hasil pajak kendaraan akan kembali ke masyarakat dalam bentuk fasilitas umum. Di antaranya peningkatan kualitas jalan hingga layanan publik yang lebih baik.
"Intinya, hasil pajak akan kembali dirasakan masyarakat untuk mempernyaman perjalanan dan mendukung pembangunan daerah," ucapnya.
Baca juga: Pemprov Sulsel Berlakukan Insentif Pajak Kendaraan, Bebas Denda dan Diskon hingga 50 Persen
Pajak kendaraan bermotor menjadi salah satu sumber utama Pendapatan Asli Daerah (PAD) Pemprov Sulsel. Dana tersebut digunakan untuk pembangunan infrastruktur, transportasi, hingga penerangan jalan melalui APBD.
Kepala UPT Bapenda Sulsel Wilayah Makassar I, Muh. Luth Perkasa Fahmi, mengatakan pihaknya terus mengoptimalkan penerimaan pajak. Penertiban rutin dilakukan guna memperkuat fiskal daerah.
"Alhamdulillah kami tadi dari Samsat Makassar Wilayah I melakukan penertiban PKB. Ini adalah kegiatan rutin kami untuk mengoptimalkan Pendapatan Asli Daerah," tuturnya.
Ia menambahkan, optimalisasi pajak juga mendukung program prioritas pembangunan melalui skema Multi Years Project senilai Rp3,7 triliun. Program tersebut menjadi bagian dari percepatan pembangunan infrastruktur di Sulsel.
"Sekaligus juga untuk mendukung program prioritas Bapak Gubernur melalui Multi Years Project senilai Rp3,7 triliun," kata Muh. Luth.
Menurutnya, manfaat pajak mulai dirasakan masyarakat, salah satunya pada peningkatan kondisi Jalan Hertasning. Ruas jalan tersebut kini menjadi lebih layak bagi mobilitas warga.
"Dan Alhamdulillah salah satu hasil yang sudah nampak adalah peningkatan kondisi Jalan Hertasning," ujarnya.
Baca juga: Gebyar Akselerasi Pendapatan 2026: Bayar Pajak Kendaraan di Sulsel Berhadiah Umrah hingga Mobil
Ia menegaskan setiap kontribusi masyarakat melalui pajak memiliki dampak nyata. Hasilnya bisa dirasakan lewat pembangunan daerah dan kesejahteraan warga.
"Setiap rupiah dari masyarakat adalah pondasi untuk pembangunan dan kesejahteraan rakyat," tuturnya.
Selain itu, Pemprov Sulsel menghadirkan Program Gebyar Pendapatan Sulsel 2026. Program ini memberikan kesempatan bagi wajib pajak untuk mendapatkan hadiah, mulai dari umrah hingga sepeda motor.
Program berlaku hingga 30 Juni 2026 sebagai stimulus peningkatan kepatuhan masyarakat. Pemerintah berharap langkah ini mampu memperkuat pendapatan daerah sekaligus mendorong pembangunan berkelanjutan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Humas Pemprov Sulsel