SULSEL - Sering kentut kecil saat Shalat Tarawih kerap membuat sebagian orang gelisah dan khawatir ibadahnya tidak sah. Kondisi ini sebenarnya umum terjadi, terutama ketika berdiri lama dalam rakaat yang panjang dan suasana masjid hening.
Dalam fikih Islam, keluarnya angin dari dubur termasuk perkara yang membatalkan wudhu. Namun merujuk pada hadis sahih riwayat Muhammad dalam Sahih al-Bukhari dan Sahih Muslim, dijelaskan agar seseorang tidak membatalkan shalatnya sampai benar-benar mendengar suara atau mencium bau.
Artinya, keraguan semata tidak otomatis membatalkan wudhu. Prinsip keyakinan tidak hilang karena keraguan menjadi pegangan penting agar ibadah tetap tenang dan tidak waswas.
Secara medis, kentut atau flatus adalah pelepasan gas dari saluran pencernaan. Menurut Mayo Clinic, gas terbentuk akibat proses pencernaan dan udara yang tertelan saat makan atau minum.
Saat Tarawih, posisi berdiri lama bisa meningkatkan tekanan di perut sehingga gas lebih mudah keluar. Apalagi jika sebelumnya mengonsumsi makanan tertentu yang memicu produksi gas.
Berikut cara mengatasi sering kentut kecil saat Shalat Tarawih agar ibadah tetap sah dan lebih nyaman.
1. Pastikan Benar-Benar Terjadi atau Hanya Perasaan
Banyak orang merasa seperti ada angin keluar padahal tidak ada bukti nyata. Dalam ajaran Islam, wudhu tidak batal hanya karena perasaan atau keraguan.
Jika tidak terdengar suara atau tercium bau, maka shalat tetap sah. Pegang prinsip ini agar tidak terjebak waswas berulang.
2. Atur Pola Makan Sebelum Tarawih
Hindari makanan tinggi gas seperti kol, sawi, kacang-kacangan, dan minuman bersoda sebelum berangkat ke masjid. Makanan berlemak dan pedas juga dapat memperlambat pencernaan sehingga memicu kembung.
Berikan jeda waktu cukup antara makan malam dan pelaksanaan Tarawih. Idealnya, makan selesai 1-2 jam sebelum shalat dimulai.
Baca juga: Tahanan Polres Selayar Diwajibkan Salat Berjamaah, Suasana Rutan Jadi Religius
3. Makan dan Minum dengan Perlahan
Udara yang tertelan saat makan terlalu cepat bisa menumpuk di saluran cerna. Kebiasaan berbicara saat makan atau minum dengan sedotan juga meningkatkan udara masuk.
Kunyah makanan perlahan dan hindari tergesa-gesa setelah berbuka. Cara sederhana ini efektif mengurangi produksi gas berlebih.
4. Lakukan Wudhu Mendekati Waktu Shalat
Jika memiliki masalah pencernaan sensitif, sebaiknya berwudhu mendekati iqamah. Ini mengurangi kemungkinan wudhu batal sebelum rakaat selesai.
Namun jika benar-benar keluar angin saat shalat, maka wudhu batal dan perlu diperbarui. Setelah itu, Anda bisa kembali melanjutkan shalat Tarawih.
5. Perhatikan Posisi Tubuh Saat Berdiri
Berdiri terlalu tegang bisa meningkatkan tekanan pada perut. Cobalah berdiri dengan rileks namun tetap tegap sesuai tuntunan shalat.
Tarik napas perlahan melalui hidung dan hembuskan teratur. Teknik ini membantu mengontrol ketegangan otot perut.
Baca juga: Imam Masjid di Morowali Utara Ditikam Pria Saat Salat Subuh, Pelaku Babak Belur Diamuk Massa
6. Konsultasi Jika Terjadi Terus-Menerus
Jika kentut kecil terjadi sangat sering hingga mengganggu aktivitas harian, ada kemungkinan gangguan pencernaan seperti intoleransi laktosa atau sindrom iritasi usus. Konsultasi ke tenaga medis dapat membantu mengetahui penyebab pastinya.
Penanganan medis yang tepat akan membantu ibadah lebih khusyuk. Jangan ragu memeriksakan diri jika keluhan menetap.
7. Kenali Kondisi Uzur dalam Fikih
Dalam kajian fikih, orang yang mengalami keluarnya angin terus-menerus tanpa bisa dikendalikan termasuk uzur. Ulama menjelaskan bahwa ia cukup berwudhu setiap masuk waktu shalat dan tetap melaksanakan ibadah meski gangguan terjadi.
Pendapat ini banyak dirujuk dalam literatur klasik seperti Al-Majmu’ Syarh al-Muhadzdzab karya An-Nawawi. Prinsipnya, syariat tidak membebani di luar kemampuan manusia.
Baca juga: Bupati Luwu Timur Hadiahkan Umrah Gratis untuk 5 ASN Rajin Salat Berjamaah
Shalat Tarawih adalah ibadah sunnah yang penuh keutamaan di bulan Ramadan. Jangan sampai gangguan kecil membuat hati gelisah dan kehilangan kekhusyukan.
Memahami hukum, menjaga pola makan, dan mengelola tubuh dengan baik adalah kunci agar ibadah tetap sah. Dengan begitu, sering kentut kecil saat Shalat Tarawih tidak lagi menjadi sumber kecemasan berlebihan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: