SULSEL - Sirup DHT sudah menjadi minuman favorit warga Sulawesi Selatan yang selalu dicari saat bulan Ramadan tiba, terutama sebagai teman berbuka puasa dan pelengkap aneka es tradisional. Sirup lokal legendaris ini dikenal dengan rasa manis khas pisang ambon yang membuatnya begitu digemari di Makassar dan sekitarnya sejak bertahun-tahun lalu.
Sirup DHT sering muncul di meja berbuka warga Sulsel bersama aneka takjil tradisional seperti es pisang ijo, es pallu butung, dan es buah yang menyegarkan saat panasnya sore Ramadan. Popularitas sirup ini membuatnya hampir wajib tersedia di rumah-rumah, warung, maupun toko selama bulan puasa.
Keberadaan sirup ini bukan hanya sekadar minuman manis biasa, tetapi juga bagian dari tradisi berbuka yang turun-temurun di Sulsel. Rasa manis dan aroma pisang yang kuat dari sirup DHT mampu memberikan sensasi buka puasa yang berbeda dibanding sirup lainnya.
Baca juga: Pemuda di Makassar Nangis Saat Ditangkap Curi Cokelat dan Minuman di Minimarket
Sirup DHT bukan produk baru di Sulsel, melainkan bagian dari warisan kuliner sejak lama. Sirup ini telah diproduksi secara lokal di Makassar sejak era pertengahan abad ke-20 tepatnya pada tahun 1949, dan namanya telah dikenal oleh generasi ke generasi sebagai sirup legendaris khas daerah.
Istilah “DHT” dalam sirup ini pun memiliki sejarah yang menarik, banyak warga lokal menyebutnya singkatan dari Dari Hasil Tenaga karena dulu pembuatan sirup ini memerlukan proses manual yang intensif. Nama brand ini kemudian berkembang dikenal luas sebagai singkatan “Duta Harapan Tunggal” yang tertulis pada logo pabriknya di Kabupaten Gowa.
Karena berbahan dasar pisang Ambon, sirup DHT menghadirkan kombinasi rasa manis serta aroma buah yang kuat dan khas. Teksturnya yang kental membuat sirup ini ideal digunakan sebagai topping, dicampur dalam es, atau sekadar ditambah air dingin untuk diminum langsung.
Tak heran jika setiap tetes sirup DHT mampu membawa nostalgia bagi warga Sulsel yang tumbuh bersama budaya kuliner lokal. Keunikannya membuat sirup ini berbeda dari sirup industri lain yang lebih generik di pasaran.
Baca juga: Satgas Pangan Sulsel Perketat Pengawasan, Minyak Goreng dan Beras Jadi Sorotan
Sirup DHT bukan hanya sekadar minuman, tetapi sudah menjadi bagian penting dalam berbagai kuliner khas Makassar. Selain es pisang ijo, sirup ini juga dipadukan dengan es kelapa, es teler, dan kreasi minuman tradisional lain yang memberi sensasi rasa manis yang pas di lidah.
Selama Ramadan, permintaan sirup ini biasanya melonjak tajam karena kebutuhan keluarga dan pedagang dalam menyajikan minuman berbuka yang menyegarkan. Kehadiran DHT di meja buka puasa sudah menjadi tradisi yang tak tergantikan bagi banyak keluarga di Sulsel.
Meskipun sirup DHT awalnya hanya dikenal di Makassar dan wilayah sekitarnya, saat ini produk ini sudah semakin mudah ditemukan di berbagai toko serta minimarket di Sulawesi, bahkan hingga ke Pulau Kalimantan.
Tak hanya itu, kemasan produk yang hadir dalam berbagai ukuran mulai dari botol kecil hingga jerigen besar membuat sirup ini bisa dinikmati semua kalangan. Varian botol 620 ml populer di kalangan keluarga kecil, sementara kemasan plastik 2 liter dan 5 liter sering dipilih pedagang untuk usaha minuman takjil.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: