Kawasan Karst Maros-Pangkep. (Kementerian Kehutanan)
SULSEL - Kawasan Karst Maros-Pangkep merupakan kawasan karst yang secara administratif berada di dua wilayah di Sulawesi Selatan, yakni Kabupaten Maros dan Kabupaten Pangkep.
Kawasan ini membentang sebagai rangkaian pegunungan dan perbukitan karst yang berada di bagian utara Maros hingga selatan Pangkep. Titik tertingginya berada di puncak Gunung Bulusaraung dengan ketinggian sekitar 1.353 meter di atas permukaan laut.
Karst Maros-Pangkep memiliki luas sekitar 46.200 hektare. Dari total luas tersebut, sekitar 462 kilometer persegi masuk ke dalam wilayah Taman Nasional Bantimurung-Bulusaraung atau TN Babul.
Dengan bentang kawasan yang luas, Karst Maros-Pangkep dikenal sebagai salah satu kawasan karst terbesar di Indonesia. Kawasan ini juga kerap disebut sebagai salah satu kawasan karst penting di dunia setelah kawasan karst di Guangzhou, China.
Baca juga: Kunjungi Pulau Sabutung, Wagub Sulsel Salurkan Bantuan UMKM dan Layanan Kesehatan
Salah satu keunikan utama kawasan ini adalah bentang alamnya yang berbentuk tower karst atau menara karst. Bentuk tersebut mirip dengan kawasan karst yang dapat ditemukan di China Selatan dan Vietnam.
Di kawasan ini, bukit-bukit kapur menjulang tinggi dengan tebing-tebing terjal yang membentuk lanskap dramatis. Pemandangan tersebut menjadi ciri khas yang membedakan Karst Maros-Pangkep dari kawasan karst lain di Indonesia.
Selain memiliki nilai geologi, kawasan Karst Maros-Pangkep juga menyimpan nilai ekologis dan budaya yang besar. Kawasan ini menjadi sumber daya air, habitat bagi berbagai keanekaragaman hayati, serta memiliki keunikan bentang alam yang berpotensi sebagai objek wisata alam.
Baca juga: Gubernur Sulsel Salurkan Santunan untuk Keluarga Petani yang Tewas Terseret Arus di Soppeng
Tidak hanya itu, Karst Maros-Pangkep juga memiliki nilai sejarah melalui keberadaan situs-situs arkeologi. Beberapa area di kawasan ini juga dimanfaatkan masyarakat sebagai ruang peribadatan dan kegiatan budaya.
Di sisi lain, kawasan karst ini juga memiliki potensi ekonomi karena batuan kapurnya dapat dimanfaatkan sebagai bahan bangunan dan bahan baku industri semen. Namun, pemanfaatan tersebut perlu dilakukan dengan tetap memperhatikan aspek kelestarian lingkungan.
Karena keunikan dan nilai pentingnya, Karst Maros-Pangkep pernah diusulkan bersama kawasan karst Pegunungan Sewu sebagai situs warisan dunia UNESCO. Meski hingga kini belum ditetapkan sebagai situs warisan dunia, kawasan ini tetap menjadi salah satu lanskap alam paling bernilai di Indonesia.
Baca juga: Tenun Indonesia Tampil Memukau di Panggung Diplomasi Internasional Makassar
Saat ini, sebagian besar kawasan Karst Maros-Pangkep telah masuk dalam kawasan Taman Nasional Bantimurung-Bulusaraung. Keberadaannya menjadikan TN Babul sebagai satu-satunya taman nasional karst di Indonesia.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Daftarsekolah.spmb.teknokrat.ac.id