SULSEL - Kearifan lokal kembali menjadi pijakan masyarakat dalam memulai musim tanam di Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan. Tradisi penentuan hari baik untuk mengolah lahan digelar bersama warga sebagai bagian dari warisan budaya yang terus dijaga.
Kegiatan berlangsung di Desa Benteng, Kecamatan Penrang, Minggu (26/4/2026). Babinsa Koramil 1406-09/Sajoanging, Sertu Muh Rizal, turut hadir mendampingi masyarakat.
Tradisi ini menjadi acuan penting bagi petani dalam menentukan waktu tanam padi. Selain aspek budaya, kegiatan ini juga diyakini berpengaruh pada keberhasilan hasil pertanian.
Kehadiran Babinsa menjadi bentuk dukungan terhadap pelestarian nilai-nilai lokal. Momentum ini juga dimanfaatkan untuk mempererat hubungan antara aparat dan warga binaan.
Di sela kegiatan, Babinsa berinteraksi langsung dengan masyarakat. Ia menggali informasi terkait kondisi pertanian dan situasi lingkungan setempat.
Baca juga: Kejuaraan Domino Nasional Digelar Perdana di Sulsel, Angkat Tradisi Budaya dan Kearifan Lokal
Keterlibatan aparat teritorial diharapkan mampu menjaga stabilitas wilayah. Sinergi antara masyarakat dan Babinsa menjadi kunci terciptanya suasana aman dan kondusif.
Melalui kegiatan ini, tradisi budaya tetap terjaga di tengah perkembangan zaman. Hubungan harmonis antara warga dan aparat pun semakin kuat dalam mendukung kehidupan sosial dan pertanian.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Kodim 1406/Wajo