Senin, 13 JULI 2026 • 16:08 WIB

Fakta Sejarah! Begini Perjuangan Sultan Hasanuddin dari Makassar dalam Mempertahankan Kemerdekaan di Sulawesi Selatan

Author

Foto ilustrasi Sultan Hasanuddin (Gemini AI)

SULSEL - Dalam beberapa pekan ke depan, seluruh rakyat Indonesia akan dihadapkan dengan bulan Agustus, hari yang sangat penting dan dinantikan oleh seluruh elemen masyarakat.

Hari Ulang Tahun Kemerdekaan RI yang jatuh pada hari Senin, 17 Agustus 2026, menjelang hari itu ingatan akan tertuju pada jasa para pahlawan dalam mempertahankan kemerdekaan.

Tanpa perjuangan dan pengorbanan para pahlawan kemerdekaan, mungkin nikmat yang saat ini sedang Anda rasakan tidak akan pernah ada.

Jadikan momen Hari Ulang Tahun Republik Indonesia (HUT) RI ke – 81 ini sebagai momen terbaik untuk bersyukur dan meneladani semangat juang.

Cara kita menghargai jasa para pahlwan di era modern ini bisa bermacam-macam. Hal ini bisa dilakukan dengan membaca sejarah dan menjadikan tokoh sebagai inspirasi.

Baca juga: Sewa Kostum Adat Sulawesi Selatan di Makassar untuk Meriahkan HUT RI ke-81, Koleksi Lengkap & Harga Terjangkau

Ada banyak tokoh nasional, maupun tokoh lokal yang memiliki semangat juang yang tinggi dan nasionalisme untuk mengusir penjajah yang menopoli sumber daya alam dan perdagangan di Indonesia.

Salah satu daerah yang paling terkenal dengan aksi heroik tokohnya justru bermunculan dari berbagai daerah, salah satunya adalah Sulawesi Selatan.

Sulawesi Selatan merupakan daerah yang melahirkan banyak penjuang kemerdekaan. Tokoh yang paling terkenal adalah Sultan Hasanuddin.

Sultan Hasanduddin merupakan tokoh muda yang paling disegani Beland, bahkan pemuda ini sempat mendapat julukan Ayam Jantan dari Timur.

Ia bertekad menjaga kedaulatan negerinya dari intervensi asing, terutama  dari VOC yang berusaha memonopoli perdagangan di wilayah timur Indonesia.

Untuk lebih jelasnya, artikel ini di bawah ini mengulas tentang perjuanan rakyat Sulsel, keterlibatan pahlawan lokal serta warisan Sultan Hassanuddin yang dilestarikan hingga saat ini.

Dirangkum dari berbagai sumber, berikut selengkapnya di bawah ini.

Awal Kehidupan Sultan Hasanuddin

Baca juga: Mau Liburan Singkat ke Makassar? Cek Dulu Tips Hemat Ini agar Perjalanan Tenang dan Nyaman

Sultan Hasanuddin lahir di Makassar pada tahun 1631 dengan nama kecil I Mallombasi Muhammad Bakir Daeng Mattawang Karaeng Bonto Mangape.

Hasanuddin kecil mendapat pendidikan di Masjid Bontoala. Sejak kecil ia sering diajak ayahnya untuk menghadiri pertemuan penting dengan harapan dia bisa menyerap ilmu diplomasi dan strategi perang.

Sejak muda, ia telah menunjukkan bakat kepemimpinan dan strategi militer yang luar biasa.

Perjuangan Sultan Hasanuddin Melawan Belanda

Di bawah pemerintahan Sultan Hasanuddin, Belanda sudah menguasai banyak kerajaan kecil di Nusantara. Hal ini tidak membuatnya gentar atau menyerah.

Bukannya semakin tunduk pada Belanda, Sultan Hassanudin justru mengumoulkan kerajaan-kerjaan kecil lainnya untuk bergabung dan berjuang bersama.

Pertempuran pun terjadi antara Kerajaan Gowa dengan pemerintahan VOC Belanda pada abag ke -16. Saat itu, Belanda masih dibantu Kerajaan Bone.

Namun sayangnya, Sultan Hassanuddin masih tetap unggul dan berhasil menaklukan mereka. Bahkan ia bersama pasukannya berhasil merebut dua kapan Belanda, yaitu Leeuwin dan De Walfis.

Tidak terima dengan kekalahannya, Belanda sontak mengirim pasukan dengan jumlah yang lebih besar di bawah komado Cornelis Spellman.

Pahlawan nasional Sultan Hasanuddin (Instagram)

Pertempuran sengit pun terjadi selama berbulan-bulan, sebelum akhirnya Kerajaan Gowa menyerah karena kekurangan pasukan.

Kalah dalam pertempuran, Sultan Hasanuddin terpaksa menandatangani Perjanjian Bongaya pada 18 November 1667.

Merasa dirugikan, akhirnya Sultan Hasanuddin memutuskan untuk menyerang kembali Belanda pada 12 April 1668.

Pertahanan Belanda terlalu kuat, Kerajaan Gowa di Bentang Somba Opu berhasil diambil alih. Namun, perlawana terhadap VOC masih terus dilakukan secara sporadic.

Sultan Hasanuddin memutuskan untuk mengundurkan diri sebagai Raja Gowa. Meskipun kalah, ia tetap melanjutkan perjuangannya melawan Belanda sampai akhir hayatnya.

Baca juga: Dari Pertanian hingga Peternakan: Ini Sumber Penghasilan Utama Penduduk Sulawesi Selatan

Dan Sultan Hasanuddin tutup usia pada 12 Juni 1670.

Nilai Kepemimpinan Sultan Hasanuddin yang Patut Diteladani

Dikenal karena keberaniannya, tetapi juga punyahati yang teguh menjaga martabat dan kedaulatan bangsa, nilai-nilai seperti ini yang patut diteladani dari Sultan Hasanuddin:

·         Keberanian melawan ketidakadilan

·         Cinta tanah air

·         Pantang menyerah dalam menghadapi tekanan asing menjadi warisan moral yang sangat relevan bagi generasi muda Indonesia saat ini

Warisan dan Pengakuan Nasional

Atas jasa-jasanya, pemerintah Indinesua menganugerahkan gelar Pahlawan Nasional kepada Sultan Hasanuddin pada tahun 1973.

Namanya kini diabadikan dalam berbagai bentuk, sepertI Bandara Internasional Sultan Hasanuddin di Makassar, universitas, hingga jalan-jalan besar di berbagai daerah Indonesia.

Baca juga: Jalan-jalan ke Museum B.J. Habibie, Tempat Mengenal Sang Bapak Teknologi Indonesia

Sultan Hasanuddin merupakan simbol nyata dari semangat perjuangan dan nasionalisme.

Kisah keberanian ini mengingatkan kita bahwa kemerdekaan tidak akan pernah didapt dengan mudah tanpa semangat dan usaha yang pantang menyerah.

Sebagai generasi muda, kita memilki tanggung jawab untuk menjaga kedaulatan bangsa seperti yang beliau perjuankan semasa kemerdekaan.

Sultan Hasanuddin meningalkan sederat benda bersejarah, berikut adalah beberapa peninggalan Sultan Hasanuddin:

·         Batu Pallantikang

·         Benteng Ujung Pandag

·         Benteng Sombu Opu

·         Masjid Katangka

·         Nisan dengan seni dan kaligrafi

Demikian ulasan singkat mengenai perjuangan Sultan Hasanuddin di Makassar. Semoga menambah wawasan dan bermanfaat bagi kita semua.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: KPU Papua Pegunungan, Kompas.com

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU