SULSEL - Apa sumber penghasilan utama penduduk di Provinsi Sulawesi Selatan? Pertanyaan ini kerap muncul di benak banyak orang, terutama para pencari kerja, pencari ilmu, atau seseorang yang berkeinginan untuk memulai kehidupan baru di pulau seberang.
Pertanyaan mengenai sumber penghasilan utama penduduk di provinsi Sulawesi Selatan sangat wajar ditanyakan oleh sebagian orang yang penasaran dan ingin mengetahui lebih banyak mengenai seluk beluk Sulawesi Selatan termasuk apa saja mata pencahariannya.
Provinsi Sulawesi Selatan merupakan salah satu wilayah terbesar di Pulau Sulawesi. Beberapa kabupaten di Sulsel jadi lumbung pangan nasioal. Komoditas lokal didominasi perikanan, peternakan, hingga hasil bumi.
Mata pencaharian tersebar dalam beberapa sektor. Namun sebagian besar mengandalkan sumber daya alam. Sisanya bekerja di bidang lainnya.
Sebelum mengetahui apa saja sumber utama mata pencaharian di Sulawesi Selatan, alangkah baiknya mengetahui terlebih dahulu letak geografis dan sektor pekerjaan terbesar yang menjadi denyut ekonomi penduduk setempat.
Artikel di bawah ini mengulas mengenai letak geografis Sulawesi Selatan, kondisi iklim dan tanah, serta komoditas lokal Sulawesi Selatan yang tersebar di beberapa kabupaten.
Menurut informasi dari berbagai sumber, berikut penjelasannya di bawah ini.
Letak Geografis Provinsi Sulawesi Selatan
Dikutip dari website resmi Geografi Provinsi Sulawesi Selatan, wilayah ini terletak antara 0 – 8 derajat dan 118 derajat Bujur Timur.
Batas wilayah provinsi Sulawesi Selatan, sebelah barat berbatasan dengan Provinsi Sulawesi Barat dan Selat Makassar.
Sementara sebelah utara berbatasan dengan Provinsi Sulawesi Tengah dan Sulawesi Barat, sebelah timur berbatasan dengan Teluk Bone dan Provinsi Sulawesi Tenggara, sebelah selatan dengan Laut Flores.
Kondisi Iklim dan Tanah di Provinsi Sulawesi Selatan
Wilayah yang memiliki luas 45.764,53 km persegi ini dihuni oleh 8.190.222 pada tahun 2012 menurut data dari Badan Statistik Nasional.
Baca juga: Pemkot Makassar Tata Kawasan Telkomas, 20 Lapak Direlokasi dan Dibongkar
Iklim di Sulsel termasuk tropis basah, suhu udara di sana rata-rata 26,8 derajat celcius dengan kelembaban 81,9 derajat celcius.
Sedangkan curah hujan rata-rata 289 mm3 dengan rata-rata hari hujannya 159 hari dengan kecepatan angin 4 knots, tekanan udara 1011 mb.
Jenis dan struktur tanah terdiri dari tanah vulkanis di bagian selatan dan sedimentasi serta alluvial di bagian tengah dan utara dengan beberapa variasi.
Keadaan tanah relatif subur terutama di wilayah Sulawesi Selatan, sehingga banyak kegiatan pertanian, terutama pertanian pangan.
Provinsi Sulawesi Selatan terkenal sebagai salah satu “lumbung pangan nasional”.
Suku di Provinsi Sulawesi Selatan
Ada empat suku bangsa yang dominan menduduki daerah Sulawesi Selatan, yaitu Bugis, Makassar, Mandar, Toraja.
Mata Pencaharian di Provinsi Sulawesi Selatan
Baca juga: Kodingareng Keke, Hidden Gem di Makassar yang Serasa Private Island
Sulawesi Selatan memiliki potensi alam yang luas biasa bagi pembangunan. Sumber alam seperti gas bumi, batu bara, jenis bahan tambang lainnya belum dimanfaatkan secara memadai.
Sungai-sungai di sana cukup banyak jumlahnya, dapat dimanfaatkan sebagai sumber tenaga listrik maupun pengairan.
Mata pencaharian penduduk Sulawesi Selatan sebanyak 59% hidup dan berusaha di sektor pertanian (pangan, perkebunan, perikanan, kehutanan, dan peternakan).
Selebihnya hidup dan bekerja di sektor lainnya seperti sektor perdagangan, jasa angkutan, perbankan, industri, pemerintahan, dan lain-lain.
Komoditas Lokal Sulawesi Selatan
· Kabupaten Gowa
Kabupaten Gowa memiliki lahan datar rendah dengan potensi besar untuk mengembangkan berbagai tanaman perkebunan.
Jenis-jenis komoditas yang menonjol di wilayah ini antara lain kelapa dalam, kelapa hibrida, tebu, kapas.
Sedangkan dataran tinggi Kabupaten Gowa, terutama wilayah Tinggimoncong dan Tompobulu komoditas yang mendominasi antara lain kopi arabika dan teh.
· Kabupaten Bulukumba
Kabupaten Bulukumba terkenal dengan nama “Bumi Panrita Lopi”, masyarakat setempat memiliki keahlian dalam sektor perikanan.
Sektor perikanan terpusat di Kecamatan Kajang. Hasil perikanan masyarakat Kanjan berupa ikan, dari ukuran kecil, ukuran sedang, hingga ukuran besar.
Hasil perikanan ini biasanya dijual atau diekspor hingga ke kota Makassar dan bisa sampai ke luar Sulawesi.
Kecamatan Kajang pernah menunjukan potensi kelautan yang besar pada tahun 2015. Nilai produksi perikanan tangkap secara keseluruhan mencapai triliunan rupiah.
Baca juga: Sensus Ekonomi 2026 Dimulai, Wali Kota Makassar Jadi Salah Satu Responden
Hal ini berkat dukungan dari pemerintah setempat serta fasilitas pendukung di Kecamatan Kajang
· Kabupaten Sidenreng Rappang
Kabupaten Sidenreng Rappang dikenal sebagai salah satu sentra pertanian dan peternakan nasional. Dengan kondisi geografis yang mendukung dan tradisi agraris yang kuat, Sidrap berkembang menjadi produsen utama berbagai komoditas peternakan, khususnya unggas dan sapi potong.
Kondisi topografi yang bervariasi antara dataran rendah dan perbukitan, serta iklim dengan pola muson yang jelas sangat mendukung pengembangan pertanian dan peternakan.
Ketersediaan lahan, air, dan sumber pakan alami yang melimpah sepanjang tahun, menjadikan sektor pertanian jadi tulang punggung ekonomi daerah.
· Tana Toraja
Penanaman padi banyak dilakukan di wilayah dataran tinggi seperti Tana Toraja. Kabupaten Tana Toraja menghasilkan padi lokal seperti pare bau, pare lea, pare lalado, pare rogon.
Baca juga: Hadiri Sannipata Waisak 2026, Gubernur Sulsel Perkuat Pesan Toleransi dan Kebersamaan
Tana Toraja bisa dibilang penghasil beras terbaik, kadar protein rendah cenderung menghasilkan nasi yang pulen. Hal ini juga dipengaruhi oleh kandungan nitrogen di tanah dan proses penggilangan yang baik.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Geografi.org, Id.wikibooks.org